GERMAS : Kemenkes Benahi 50 Rumah Warga Di Kota Surabaya dan Madiun

Dipublikasikan Pada : Kamis, 26 Januari 2017, Dibaca : 786 Kali  

JAKARTA—Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian, mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian.

 

Kota Surbaya dan Madiun menjadi bagian dari peluncuran semarak GERMAS bersama 8 lokasi tempat lainnya di Indonesia yang pencanangannya telah dilakukan pada 11 November 2016 lalu. Hingga hari ini Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat telah membenahi 50 rumah warga, masing-masing 25 rumah di Kota Surabaya dan 25 rumah di Kota Madiun. Adanya benah rumah tersebut merupakan aksi nyata dalam upaya meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang layak untuk dihuni, program yang diinisiasi Kementerian Kesehatan itu, bertujuan untuk membangun kesadaran berperilaku hidup sehat pada masyarakat Indonesia juga menghidupkan kembali gairah gerakan gotong royong diantara warga.

 

Peninjauan lokasi benah rumah

 

Kasubdit Potensi Sumber Daya, Direktorat Promkes, Drg.Lovita Tewu, ketika datang untuk meninjau lokasi hasil pelaksanaan benah rumah di kelurahan Margerejo, kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Senin (23/1) lalu, menyampaikan bahwa, gerakan ini menjadi tanggungjawab bersama baik pemerintah pusat, pemkab, dan masyarakat.

 

“Tanggung jawab bersama seperti dicontohkan dalam benah rumah misalnya ada bantuan pusat, pemkab membantu, organisasi masyarakat membantu dan masyarakatnya sendiri juga membantu,” , tutur drg.Lovita dihadapan warga dan camat setempat.

 

Benah Rumah yang telah dilaksanakan di Kota Surabaya masing-masing 2 rumah berada di kelurahan Lakarsantri, 1 rumah di Semampir, 2 di Simokerto, 4 rumah di Sawahan, 2 di Wiyung, 2 di Wonocolo, 2 di Kalirungkut, 3 di Kenjeran, 4 di Simokerto, 1 di Mulyorejo, 1 Wonokromo, dan 1 berlokasi di kelurahan Sambikerep. Sementara di Kota Madiun masing-masing  8 rumah di kecamatan Kartoharjo,  8 rumah di kecamatan Taman, dan 9 rumah berlokasi di kecamatan Mangunharjo.

 

Kasubbag Humas Setditjen Kesmas, Bagus Satrio Utomo, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan pula bahwa gerakan masyarakat hidup sehat bukan sebatas memiliki jamban keluarga tetapi juga harus rajin mengkonsumsi sayur dan tidak merokok.

 

“Masyarakat harus mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan perilaku dan hidup yang tidak sehat. Dan kita budayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil melalui perubahan pola hidup yang lebih sehat, seperti menjaga kebersihan rumah, cuci tangan sebelum makan, ketersediaan air bersih, makan sayur yang cukup, olahraga, tidur yang cukup, menjauhkan anak-anak dari rokok,” jelasnya.

 

Menyinggung pelaksanaan benah rumah, Camat Wonocolo, Dodot Waluyo menuturkan kerjasama yang erat telah dilakukan warga dengan cara bergotong royong sehingga bisa merealisasikan program benah rumah di wilayah kerjanya.

 

Dalam kegiatan ini, Kementerian mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan, komitmen serta peran serta meningkatkan kesadaran hidup sehat dalam pencanangan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) di sepuluh wilayah yang berfokus pada pembangunan akses air minum, sanitasi,dan pemukiman layak huni yang merupakan insfrastruktur dasar guna mendukung PHBS.

 

Pembenahan meliputi pembuatan jamban keluarga, perbaikan dinding dan atap rumah yang ditujukan untuk rumah warga yang tidak layak huni. Warga yang telah dibenahi rumahnya menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat apa  yang sudah diterimanya memberikan perubahan-perubahan yang lebih layak, merasa nyaman dan tentu dengan memiliki jamban keluarga tidak lagi harus menumpang BAB ditetangga atau pergi jauh ketepian selokan yang ada dilingkungannya.-(fey)-