Dirjen Kesmas Instruksikan Percepat Proses Pengadaan Tahun Ini

Dipublikasikan Pada : Rabu, 07 Februari 2018, Dibaca : 434 Kali  

Jakarta—Dalam kesempatan memberikan arahannya pada acara Konsolidasi Pengembangan  dan Peningkatan Kompetensi SDM Terkait Pengadaan Barang  dan Jasa di lingkungan Ditjen Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Kemenkes RI, di Hotel  Parkane Jakarta, Senin siang (5/2/2018) lalu, Direktur Jenderal Kesmas, dr.Anung  Sugihantono, M.Kes, yg didampingi Sekretaris Ditjen Kesmas, dr.Kuwart Sri Handoyo, MS memberi aspresiasi dan pengharagaan kepada segenap jajaran yang terlibat pada proses pengadaan barang dan jasa tahun 2017.

Dirjen Kesmas, dr.Anung Sugihantono, M.Kes, saat membrikan arahannya pada pertemuan Konsolidasi Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM Terkait Pengadaan Barang dan Jasa di lingkungan Ditjen Kesehatan Masyarakat (Kesmas)

 

“Saya sangat memberikan mengapresiasi dan penghargaan kepada KPA, PPK, Bendahara, UKP dan Pokja serta panitia penerimaan hasil pekerjaan yang telah bekerja maksimal dengan penuh tanggung jawab”, ujar Dirjen Anung.

 

Lebih jauh ia sampaikan, bahwa kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Ditjen Kesmas baik di kantor pusat dan daerah telah dapat diselesaikan dengan cukup baik dari sisi kuantitas jumlah paket pengadaan maupun dari sisi kualitas. Namun, katanya, masih banyak proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan saat mendekati tutup  tahun anggaran, sehingga memiliki potensi kegagalan yang cukup tinggi.  Hal ini, kata dr.Anung, bisa dilihat dari hasil proses lelang yang banyak dibatalkan.

 

“Dari banyaknya keterlambatan proses lelang mengakibatkan banyak pengadaan lelang yang tidak maksimal”, tambahnya.

 

Menyinggung tahun anggaran 2018 yang sudah berjalan satu bulan ini, belum menunjukkan hasil yang sesuai harapan seperti yang ia sampaikan saat memberikan arahannya pada Rakordit di awal  tahun.

Nampak hadir Kabag Hukormas Ditjen Kesmas, diantara para peserta pertemuan Konsolidasi Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM Terkait Pengadaan Barang dan Jasa di lingkungan Ditjen Kesehatan Masyarakat (Kesmas) lainnya.

Di awal tahun ini, ungkap dr.Anung, masih belum melihat mulai adanya proses pengadaan barang dan jasa. Pada kesempatan itu juga kepada semua pejabat pembuat komitmen (PPK) memunta untuk segera mengusulkan proses pengadaan barang da jasa.

 

“Saya ulangi lagi, kepada semua Pejabat Pembuat Komitmen di lingkungan Ditjen Kesmas, untuk segera melakukan proses pengadaan barang dan jasa. Paling lambat pada bulan Maret mendatang harus sudah dilakukan penandatangan kontrak”, tegas Dirjen Anung.

 

Tahun 2018 anggaran pengadaan barang dan jasa di lingkungan Ditjen Kesmas kurang lebih 60,95% dari total anggaran sebesar 2,1 Triliun. Hal ini menyebabkan proses pengadaan menjadi kegiatan penting dalam upaya penyerapan anggaran yang diterimanya.

 

Lebih jauh Dirjen Anung ingatkan pula, besarnya nilai anggaran pengadaan barang dan jasa di setiap paket harus diwaspadai karena memiliki potensi risiko yang besar. Pada kesempatan itu juga, ia menginstruksikan kepada semua personil yang terlibat dalam porses pengadaan barang dan jasa untuk tetap hati-hati, bertindak secara transparant dan akuntable sesuai peraturan yang ada.

 

“Dalam menjalankan prosesnya nanti, segala tindakan dan keputusan yang diambil  harus pula diiringi dengan perasaan, dengan hati, juga dengan logika yang kita punya” pungkas dr.Anung.– (Humas Kesmas)