Sosialisasi Teknis Verifikasi Penyelenggaraan Kab/Kota Sehat DIY

Dipublikasikan Pada : Rabu, 25 Januari 2017, Dibaca : 833 Kali  

Dalam rangka persiapan menjelang penyelenggaraan Verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Nasional Tahun 2017, DIY melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kerjasama dengan Dinas Kesehatan provinsi DIY mengadakan  pertemuan "Sosialisasi Teknis Verifikasi Penyelenggaraan Kab/Kota Sehat DIY" yang di diikuti oleh Pimpinan SKPD lingkup Pemerintah DIY, Polda, Ketua Tim Penggerak DIY, dan Ketua Forum serta Tim Pembina Kab Kota se DIY.

 

Kegiatan berlangsung selama dua hari yaitu pada Hari Selasa-Rabu /24-25 Januari 2017 di Ruang rapat Bappeda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dasar kegiatan adalah Surat Undangan Kepala Bappeda Provinsi DI Yogyakarta nomor: 896/00403 tanggal 18 januari 2017.

Ket : Para peserta pertemuan

Ket : Para narasumber pertemuan

Pertemuan dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi DIY Bapak Drs. Tavip Agus Rayanto, MSi. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa penghargaan ini bukanlah perlombaan yang harus diperebutkan. Adanya penghargaan Swastisaba dalam Kab/Kota Sehat merupakan salah satu bukti pengakuan dari pemerintah pusatterhadap komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan suatu kondisi wilayah untuk hidup bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni sebagai tempat bekerja bagi warganya agar dapat meningkatkan produktifitas dan ekonomi sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat.

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY Ibu drg.Pembajun Setyaningastutie M.Kes juga berkesempatan memberikan sambutan pada acara tersebut. Beliau menyampaikan bahwa SK Tim Pembina KKS Tk Provinsi  DI Yogyakarta telah ada sejak Tahun 2009 dengan Tanda Tangan Gubernur yang selalu di perbaharui lampirannya di setiap tahunnya dan terdapat 4 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi  DI Yogyakarta yang keseluruhannya telah menyelenggarakan program Kab Kota Sehat.

 

Sebagai penutup rangkaian sambutan, hadir Bapak Direktur Kesehatan Lingkungan Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dr Imran Agus Nurali, Sp.KO. Beliau menyampaikan bahwa proses pemberian penghargaan Swastisaba Kabupaten/Kota Sehat yang diberikan setiap dua tahun sekali, bukanlah untuk memilih juara atau pemenang, namun merupakan penghargaan atas kinerja pemerintah bersama masyarakat dalam melaksanakan pembangunan dengan pendekatan Kabupaten/Kota Sehat. Kalau di analogikan dengan olahraga, maka Penghargaan KKS layaknya seperti Lomba Lari Marathon, dimana setiap Peserta berlomba dengan dirinya sendiri bagaimana caranya agar dia dapat terus lebih baik dari kondisi sebelumnya. Pada tahun 2015, jumlah kabupaten/kota yang mendapat Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat mengalami peningkatan yang signifikan (40%) dari tahun sebelumnya, terdapat 137 kabupaten/kota di 23 provinsi, yang semula hanya 98 kabupaten/kota di 18 provinsi. Penghargaan diberikan juga kepada Tim Pembina Tingkat Provinsi yang telah berhasil melakukan pembinaan diwilayahnya, dimana Provinsi Sumatera Barat adalah salah satu dari 3 (tiga) Provinsi yang mendapatkan Penghargaan.  Pemberian kewenangan dan kepercayaan kepada masyarakat secara proaktif harus lebih digalakkan, sesuai dengan amanah yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang isinya antara lain penyelenggaraan pembangunan perkotaan dan pedesaan perlu mengikut sertakan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Setiap rencana pembangunan yang dilaksanakan merupakan kesepakatan bersama antara pemerintah dan masyarakat baik dengan cara Top-down maupun Bottom -up.

 

Setelah hari pertama dilaksanakan pemaparan materi dari ketiga pejabat tersebut, pada hari kedua merupakan desk kegiatan program KKS di DIY sesuai tatanan, yang sebelumnya didahului paparan oleh Narasumber Pusat (Kemenkes RI) yang diwakili oleh Dewi Marlina SKM.MKM JFU Subdit PUTK Dit.Kesling Ditjen Kesmas. (DM)