Orientasi Kader Posyandu di Kabupaten Lebak

Dipublikasikan Pada : Minggu, 05 Februari 2017, Dibaca : 1240 Kali  

 

LEBAK— Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih menjadi PR besar di Indonesia. Permasalahan tersebut tidak hanya bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan namun juga stakeholder terkait seperti perguruan tinggi, lembaga swasta dan masyarakat bahkan dukungan dari media.

 

Di awal tahun 2017 ini, Kemenkes bersama Global Alliance for Vaccine and Imunization (GAVI) dan Perguruan Tinggi Kesehatan di 10 provinsi terpilih bekerjasama untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan kader posyandu melalui “Pengembangan Model Pendampingan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Bekerja Sama dengan Institusi Pendidikan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Cakupan dan Kualitas Pelayanan KIA termasuk Imunisasi”.

 

Terdapat tiga kegiatan yang diusung dalam pengembangan model ini, antara lain pembekalan mahasiswa, orientasi kader posyandu serta pendampingan mahasiswa kepada ibu hamil dan ibu baduta. Ketiga kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan pelayanan KIA di daerah-daerah fokus imunisasi rendah dan jumlah kematian ibu serta kematian bayi yang masih tinggi.

 

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu kabupaten dengan AKI yang masih tinggi. Selain itu, kabupaten Lebak juga masih memiliki kantong-kantong cakupan imunisasi yang rendah. Oleh karena itu peran kader posyandu dalam upaya untuk menurunkan AKI, AKB serta meningkatkan cakupan imunisasi perlu untuk ditingkatkan, termasuk pengetahuannya seputar KIA dan imunisasi.

 

Pada tanggal 1-2 Pebruari 2017 lalu dilaksanakan pertemuan orientasi kader Posyandu di Kabupaten Lebak. Orientasi ini merupakan salah satu kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang kesehatan ibu dan anak termasuk imunisasi. Kegiatan ini melibatkan 200 orang kader posyandu yang merupakan perwakilan dari empat puskesmas di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak , Sukirman, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya pada pembukaan Orientasi Kader mengatakan bahwa keberhasilan bidang kesehatan di kabupaten Lebak sangat bergantung pada peran kader posyandu. Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten juga tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan lintas program, lintas sektor, media, masyarakat termasuk kader Posyandu. “Upaya pelayanan kesehatan saat ini dititikberatkan pada akar masalah kesehatan, yaitu keluarga. Sehingga peran kader untuk melakukan pendekatan dan pendampingan keluarga sangat penting”, tambahnya.

 

Selama dua hari pertemuan, kader posyandu diberikan materi terkait kesehatan ibu dan anak termasuk imunisasi dan didampingi oleh fasilitator dan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak , Puskesmas serta Poltekes Banten. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang nantinya bersama kader posyandu akan melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan ibu baduta. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatangan komitmen bersama antara Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Poltekes Banten, Puskesmas, dan kader Posyandu untuk bersama-sama meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan KIA termasuk imunisasi.

 

Semoga seiring dengan meningkatnya pengetahuan kader posyandu dan komitmen bersama dari semua pihak dapat membantu untuk menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. (EW)