Arti Penting Peran Pekerja Perempuan dalam Membangun Keluarga Sehat

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 09 Februari 2018, Dibaca : 197 Kali  

JAKARTA - Arti penting peran pekerja perempuan  disebutkan bahwa meski memiliki berbagai peran dan pilihan karir di dalam pekerjaan, perempuan tetap memiliki peran utama yang sangat penting dalam membangun keluarga yang sehat dan mampu melahirkan generasi bangsa yang sehat dan berkarakter.

 

Hal tersebut menjadi bahasan pada kegiatan Seminar Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2018 di Jakarta, Kamis pagi (7/2) yang di buka oleh Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K). Adapun tema bulan K3 nasional 2018 adalah ''Pelaksanaan Budaya K3 Mendorong Terbentuknya Bangsa yang Berkarakter'' dengan sub tema ''Peningkatan Peran Pekerja Perempuan dalam Mewujudkan Keluarga yang Sehat''.

 

Peran pekerja perempuan dalam mewujudkan keluarga sehat adalah sebagai penentu alokasi pangan, penentu budaya konsumsi, pendidik, panutan, perawat serta pemelihara. Saat ini program utama Kemenkes menjangkau pekerja formal melalui wadah GP2SP lewat HRD, Tim K3, dan Klinik di tempat kerja. Sedangkan untuk pekerja non formal, Kemenkes menjangkau melalui Pos UKK lewat Kader Puskesmas dan Posyandu.

 

Upaya kesehatan kerja bagi pekerja perempuan dapat dilakukan melalui peningkatan gizi pekerja, dukungan untuk memberikan ASI Eksklusif, deteksi dini PTM, peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan implementasi GERMAS. UU No.13 tahun 2003 pasal 82 ayat 1 menyatakan pekerja/buruh perempuan berhak istirahat selama 1,5 bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan/bidan.

 

Perempuan yang bekerja harus diperhatikan dilindungi dan dikawal kesehatannya  pengetahuan bagaimana bisa mendidik dan menjaga kesehatan anak harus mengerti pentingnya asi dan makanan pendamping untuk anak.

 

Ada 5 prinsip yg harus dipegang oleh seorang ibu :

  1. Pengetahuan bgmn bisa mendidik dan menjaga kesehatan anak
  2. Menjaga diri sendiri.
  3. Memanajemen rumah tangga
  4. Memanajemen ekonomi keluarga
  5. Menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

 

Pada kesempatan ini, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dr. Anung Sugihantono, M.Kes mengatakan bahwa seminar ini terdiri dari dua panel. Pada panel pertama, dipaparkan mengenai upaya Peningkatan Kesehatan Pekerja Perempuan dalam Mewujudkan Keluarga Sehat oleh Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes, serta Implementasi Perlindungan Kesehatan Pekerja Perempuan oleh Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Kementerian Ketenagakerjaan.

 

Panel kedua, paparan mengenai Kesehatan dan Gizi bagi perempuan Pekerja dan Balita oleh Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum; Ibu Bekerja ASI tetap Jalan Terus oleh dr. Asti Praborini; dan Pengendalian Faktor Resiko Penyakit pada Pekerja Perempuan oleh Alfi Nur Aini.

 

Dijelaskan oleh Anung, saat ini Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan Pemerintah Jepang dalam aspek perbaikan pola makan pekerja yang ada di perusahan dengan penyediaan kantin dengan suplementasi gizi serta perlakuan khusus bagi pekerja perempuan yang hamil dan menyusui. Hal ini sudah menjadi komitmen dan gerakan yang dilakukan oleh para pengusaha dan manajer untuk meningkatkan derajat kesehatan pekerja perempuannya. (bgs)