Pada Rakerkesnas, Presiden Jokowi Serukan GERMAS

Dipublikasikan Pada : Rabu, 01 Maret 2017, Dibaca : 890 Kali  

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memberi sambutan pada Rakesnas 2017 di Hotel Bidakara Jakarta

JAKARTA--Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Kesehatan dr.Nila Farid Moeloek, pada Selasa (28/2), secara resmi membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2017, yang berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta.

 

Dalam sambutannya Kepala Negara mengajak masyarakat untuk kembali dan membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Presiden meminta kepada para tenaga kesehatan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat ini melalui GERMAS, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

 

"Kita kembalikan lagi kepada pola hidup sehat. Entah pola makannya, pemeriksaan dirinya, kegiatan olahraganya, lingkungan sanitasi, atau air bersihnya. Kita Gerakkan ke sana," tutur Presiden.

 

Presiden juga meminta seluruh pihak untuk mengubah pola pikirnya mengenai kesehatan. Banyaknya pasien yang berhasil ditangani oleh sebuah fasilitas kesehatan, disebut Presiden bukan menjadi tolok ukur sebuah keberhasilan pemerintah. Sebab, keberhasilan pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat sesungguhnya ditandai dengan semakin meningkatnya masyarakat yang menjalankan hidup sehat.

 

"Yang benar adalah kita membuat masyarakat itu sehat sehingga Puskesmas dan rumah sakit sepi. Yang benar itu, jangan dibalik-balik. Saya masuk rumah sakit daerah dapat laporan kalau di sana pasien selalu antre. Ini yang keliru," ucapnya.

 

Lebih lanjut, upaya perbaikan kesehatan yang dimulai dengan pemenuhan gizi merupakan salah satu investasi jangka panjang terbaik yang dapat dilakukan. Di era persaingan seperti ini, Indonesia selain membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, tentunya juga memerlukan sumber daya manusia yang sehat.

 

"Kenapa saya berkunjung ke daerah untuk pemberian makanan tambahan ke ibu hamil dan balita? Saya hanya ingin memberikan pesan bahwa yang namanya gizi itu diperlukan sejak dalam kandungan. Ini investasi jangka panjang. Begitu kita berkompetisi dengan negara lain, menang dan kalah itu ditentukan dari investasi kita sejak dini," ujar Presiden.

 

Menteri Kesehatan Nila Moelok ketika memberi laporan pada penyelenggaraan Rakesnas 2017

Pada pemerintahan Presiden Jokowi, pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Pembangunan kesehatan merupakan suatu meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan setiap individu untuk dapat berperilaku hidup sehat bagi tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Untuk mewujudkan itu, diperlukan perencanaan pembangunan kesehatan secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, serta keterlibatan berbagai komponen bangsa.

 

Pada kesempatan itu pula, Presiden Jokowi meluncurkan Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) serta pembangunan 124 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Perbatasan.

 

Rakerkesnas 2017 yang berlangsung dari tanggal 25 February hingga 1 Maret itu, diikuti oleh 1.787 peserta dari unit keseluruh terkait dari seluruh Indonesia,dengan mengusung tema “Integrasi Pusat dan Daerah dalam Pelaksanaan Pendekatan Keluarga untuk Mewujudkan Indonesia Sehat”.

 

Kegiatan ini sekaligus merupakan media komunikasi dan interaksi antara pusat dan daerah dalam mensinergikan pelaksanaan pembangunan kesehatan. -(fey)-