Ditjen Kesmas Mempromosikan Germas Pada Pameran Rakerkesnas 2017

Dipublikasikan Pada : Rabu, 01 Maret 2017, Dibaca : 916 Kali  

JAKARTA—Ditjen Kesehatan Masyarakat (Kesmas) kembali hadir pada gelar pameran yang berlangsung di Hotel Bidarkara Jakarta, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek, pada Senin sore (27/2), yang diikuti oleh peserta pameran dari unit kesehatan pusat maupun daerah.

Dirjen Kesmas, dr.Anung Sugiantono ketika mendampingin Menkes dr.Nila Moleok berkunjunga ke stand Kemas

Pameran kesehatan yang dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan Rapat Kesehatan Nasional (Rakerksnas) 2017 itu, berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 1 Maret 2017. Pada kesempatan pameran kali ini Ditjen Kesmas mempromosikan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada para pengunjung dari daerah yang juga merupakan peserta Rakerkesnas.

 

Saat ini permasalahan kesehatan yang timbul diakibatkan oleh pola hidup masyarakat yang tidak sehat, untuk itu diperlukan upaya promotif dan preventif yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan berkualitas.

 

Germas tahun ini difokuskan pada 3 kegiatan utama, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik, 2) Mengonsumsi sayur dan buah dan 3) Memeriksa kesehatan secara rutin. Ketiga fokus ini dilakukan untuk  mewujudkan paradigma sehat dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat.

 

Yang istimewa pada tahun ini, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat,  dr.Anung Sughantono, M.Kes, turut berada di stand pameran untuk ikut menjelaskan kepada para pengunjung perihal data yang tertera pada layar monitor “STBM-Smart”.

 

STBM-Smart merupakan alat bantu pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).  Aplikasi berbasis smartphone ini sudah diluncurkan sejak Juli 2016 lalu, dan sampai saat ini telah dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia. Data yang tertera di sana real-time, yang berubah setiap waktu sesuai data yang dikirim oleh user di daerah. Informasi yang disajikannya juga dapat dipilih berdasarkan wilayah, mulai tingkat nasional, provinsi sampai kabupaten/kota.

Dirjen Kesmas ketika memberi penjelasan data STBM-Smart kepada pengunjungan pameran

Konsep pengembangan STBM-Smart didasari oleh keinginan pemerintah Indonesia dalam mempercepat akses sanitasi 100% di tahun 2019. Agar percepatan dapat terjadi, strategi pencapaian harus dirancang dn dipantau oleh semua pelaku kunci, mulai dari tingkat pusat sampai tingkat desa dan dipahami oleh lintas sektor.

 

Pada kesempatan selepas membuka pameran, Menkes Nila Moeloek diajak serta oleh Dirjen Kesmas untuk melihat data dan cara mengoperasikan STBM–Smart yang berada persis di muka stand Germas.

Antrian panjang ketika pembagian kaos Germas untuk seluruh pengunjung pameran berlangsung

Pada pameran itu juga, Ditjen Kesmas turut membagikan ratusan kaos  Germas kepada seluruh pengunjung. Tentu ini ini menjadi pemandangan menarik. Sebuah antrian panjang mengular dari banyaknya peminat kaos GERMAS.-(fey)-