Binwil Ditjen Kesmas Merumuskan Pencegahan Stunting pada Rakerkesnas 2018

Dipublikasikan Pada : Kamis, 08 Maret 2018, Dibaca : 193 Kali  

Plt Dirjen Kesmas dr. Pattiselanno bersama Setditjen dan Direktur dalam Pembahasan Stunting dengan Binwil

SERPONG -  Pada Rakerkesnas 2018, Ditjen Kesmas bersama Binwil yaitu Prov Jabar, Kalteng, Malut, Sumbar dan Sulut melakukan diskusi mendalam mencari rumusan terbaik dalam pencegahan stunting di Indonesia.

 

Upaya menurunkan Stunting melalui pencegahan dan intervensi gizi dilakukan dengan upaya-upaya melalui pendekatan “Lifecycle” utamanya pada remaja melalui transformasi UKS, pemberantasan kecacingan, Tablet Tambah Darah,KIE kesehatan bagi calon pengantin, Penundaan Perkawinan atau kehamilan sampai usia 20 tahun.

 

Pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui ; Peningkatan mutu Antenatal care dalam penerapan 10T, Seluruh Ibu Hamil melaksanakan Kelas Ibu Hamil, Peningkatan cakupan dan compliance tablet tambah darah, Pemberian makanan tambahan kepada seluruh Ibu hamil, Ibu menyusui diperlukan untuk kecukupan gizi terpenuhi.

 

Pada bayi 0 – 6 bulan: Menjamin semua bayi baru lahir mendapat IMD, mendapatkan ASI Ekslusif, menjamin semua bayi mendapat pelayanan KN1, dan mendapatkan pelayanan dan pemantauan pertumbuhan dan SDIDTK. Bayi 6 – 23 bulan; Menjamin semua mendapat ASI, makanan Pendamping ASI, vitamin dan mendapatkan pelayanan pemantauan pertumbuhan dan SDIDTK.

 

Balita 24 – 59 bulan dan prasekolah: Menjamin semua mendapat vitamin A, Menjamin semua mendapatkan pelayanan pemantauann pertumbuhan dan SDIDTK/PAUD, Menjamin semua balita mendapat pelayanan pengembangan anak usia dini holistic integratif (PAUDHI), Menjamin semua mendapat Makanan tambahan. Sedangkan untuk BBLRdan/atau pendek mendapatkan pelayanan kesehatan yang lengkap dan stimulasi dini.

 

Untuk mendukung pelaksanaan dan intervensi penurunan stunting perlu didukung surveilans gizi dan pemenuhan dan pemerataan tenaga gizi serta perbaikan sanitasi lingkungan dan peningkatan akses air bersih. Menggalakkan home economic set (bahan pangan lokal) untuk PMT anak sekolah, balita dan bumil dengan skema cash for work.

 

Serta perlunya pemenuhan dan pemerataan tenaga gizi salah satunya melalui penugasan khusus. (bgs)