Dirjen Kesmas : Indikator Derajat Kesehatan Masyarakat Meningkat

Dipublikasikan Pada : Selasa, 19 Maret 2019, Dibaca : 480 Kali  

Dirjen Kesmasmas, dr.Kirana Pritasari, MQIH, ketika memberikan laporan penyelenggaraan Rakontek Ditjen Kesmas 2019 di Hotel Sultan, Jakarta

JAKARTA—Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Kementerian Kesehatan RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, menyebut hasil Rikesdas tahun 2018 mengalami banyak perbaikan. Hal ini disampaikannya ketikamemberikan laporan panitia Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Ditjen Kesmas Tahun 2019, dihadapan Menteri Kesehatan dan para Direktur Jenderal, serta undangan lain, di Hotel Sultan Jakarta, pada Senin malam (18/3/2019).

 

“Tahun 2019 merupakan tahun terakhir RPJMN 2014 – 2019. Hasil evaluasi tengah tahun RPJMN, SDKI 2017 dan hasil Riskesdas 2018  menunjukkan adanya beberapa perbaikan indikator derajat kesehatan masyarakat’”, ujar Dirjen Kesmas mengawali laporannya.

 

Lebih lanjut Dirjen Kesmas sampaikan, perbaikan indicator yang ia maksud, diantaranya perbaikan akses pelayanan kesehatan ibu, anak, remaja, usia reproduksi dan lanjut usia, Juga perbaikan status gizi pada balita, penurunan stunting dan wasting, serta perubahan perbaikan pada akses sanitasi dan air bersih.

 

Akan tetapi, kata Dirjen, kita harus mengakui pencapaian ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara maju. Untuk itu, tambah Dirjen, upaya perbaikan, peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan harus terus dilakukan agar kita mampu memberikan pelayanan kesehatan yang menjadi hak masyarakat.

 

“Cakupan Kesehatan Semesta merupakan tujuan yang harus kita capai”, tandasnya.

 

Indonesia memiliki jumlah usia produktif dan angkatan kerja yang sangat besar dan merupakan sasaran berbagai program promotive dan preventif, seperti Program Kesehatan Kerja dan Olah Raga serta Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat yang semuanya berupaya untuk melakukan intervensi dalam perubahan perilaku.

 

“Intervensi untuk menjangkau kelompok usia produktif itu melalui berbagai tatanan, seperti sekolah dan tempat kerja, baik sektor formal dan informal dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular”, pungkasnya.

 

Rapat Koordinasi Teknis Ditjen Kesmas tahun 2019 itu, dijadwalkan akan berlansung hingga tanggal 21 Maret 2019, dihadiri oleh hampir 547 orang peserta pertemuan yang berasal dari pusat, UPT vertikal Ditjen Kesmas, Dinas Kesehata provinsi, ditambah peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota lokus stunting sebanyak 160 orang.

 

Pada kesempatan itu pula, Dirjen Kesmas menyampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraan pertermuan itu, antar lain untuk sinergisme dan integrasi penggerakan kegiatan Kesehatan Masyarakat antara Pusat, 34 Provinsi dan 160 lokus kab/kota stunting TA 2019.Melakukan sosialisasi kebijakan program kesehatan masyarakat 2019 dan 2020 pada 34 provinsi dan 160 kab/kota lokus stunting, dan untuk menindaklanjuti langkah operasional hasil Rakerkesnas 2019.

 

Hasil yang diharapkan di akhir pertemuan ini adalah diperolehnya  informasi kebijakan dan teknis program sertatersusunnya sinkronisasi rencana operasional kegiatan pemanfaatan dana Dekonsentrasi, dana BOK tahun 2019 sampai dengan level kabupaten/kota. –(fey)-