Dirjen Kesmas Hadir Pada Pembukaan Youth Town Hall Di Jakarta

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 22 Maret 2019, Dibaca : 120 Kali  

Nampak Dirjen Kesmas, dr.Kirana Pritasari, MQIH diantara para undangan pada acara pembukaan acara Youth Town Hall di Balai Kartini Jakrta, Rabu pagi (20/3/2019

JAKARTA—Penyelenggaraan Youth Town Hall adalah wujud nyata komitmen dari pengakuan  pemerintah dan dunia terhadap keterlibatan pemuda dari 11 negaradi wilayah Asia Tenggara sebagai mitra dalam mewujudkan  pembangunan secara berkelanjutan (SDGs) 2030. Perhelatan acara ini digelar  oleh Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Organisasi Dunia (WHO), serta Centre for Indonesia’s Strategic Development intiatiatives (CISDI), yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 21 Maret 2019, di Balai Kartini, Jakarta.

 

Dalam pidato pembukaan acara tersebut, Menteri Kesehatan RI, dr.Nila Moelok menyebutkan bahwa, Indonesia memandang keterlibatan pemuda sebagai kunci akselerasi pembangunan sebagaimana tertuang pada UU No.40 tahun 209 tentang Kepemudaan, pemerntah wajib bersinerga melaksanakan pelayanan kepemudaan untuk meningkatkan partisipasi aktif dari potensi pemuda.

 

“Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030 menitikberatkan pada peran pemuda secara inklusif dalam mewujudkan pembangunan  berkelanjutan”, imbuh Menkes.

Menteri Kesehatan RI, dr.Nilla Moeloek ketika memberikan sambutan pada pembukaan gelaran Youth Town Hall di Balai Sarbini Jakarta

Hal ini, kata Menkes, yang mendasari Kementerian Kesehtan untuk berkolabrasi bersama WHO dalam penyelenggaraan Youth Town Hall, untuk memberikan  ruang bagi pemuda dalam merumuskan bentuk keterlibat dalam pembangunan kesehatan secara stategis dan inklusif.

 

Lebih lanjut Menkes paparkan, saat ini generasi muda di seluruh dunia usia 10-24 tahun mencapai 18 milyar dan telah menjadi populasi terbesar dalam sejarah, Indonesia sendiri, kata Menkes, memiliki lebih dari 63 juta pemuda atau 26 persen dari total populasi 238 juta.

 

Menkes tambahkan, kaum muda di berbagai kawasan, banyak menghadapi permasalahan kesehatan. Transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa menimbulkan risiko bagi kesehatan dan kesejahteraan kaum muda.

 

Riskesdas 2018 menunjukkan peningkatan penyakit tidak menular pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. Kanker, stroke, diabetes mellitus, dan hipertensi muncul pada kelompok usia 15-24 tahun dan terus meningkat hingga kelompok usia 35-44 tahun. Dalam mengatasi risiko ini, wajib bagi kita mendengarkan langsung dari kaum muda apa yang mereka hadapi.

 

“Ini yang WHO upayakan di berbagai kawasan selama bertahun-tahun”, ungkap Menkes.

 

Strategi pelibatan pemuda adalah inisiatif global yang menjadi salah satu faktor pendorong utama dalam menciptakan aksi yang berdampak. Youth Town Hall di Indonesia menjadi ajang temu pemuda kedua yang dilaksanakan secara global ubtuk menuai potensi pemuda sebagai tulang punggung pembangunan kesehatan.

Seluruh peserta dan undangan melakukan sesi foto bersama pada pembukaan acara Youth Town Halldi Jakarta pagi Rabu pagi (20/3/2019).

Di akhir sambutannya, Menkes mengajak para pemuda untuk melaksanakan bersama-sama empat hal yaitu, berperilaku hidup sehat termasuk tidak merokok, banyak makan buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik selama 30 menit per hari, seta menjauhi narkoba dan seks bebas. Ajakan lainya yaitu, agar pemuda menjadi agen perubahan dalam hidup sehat dengan menyebarkan informasi dan pesan kesehatan melalui media sosial. Membangun forum diskusi antar pemuda juga menjalin kemitraan inovatif dengan beragam organisasi yang melibatkan pemuda. –(fey)-