Trend Penyakit Berubah Seiring Perubahan Perilaku

Dipublikasikan Pada : Rabu, 28 Maret 2018, Dibaca : 138 Kali  

 

Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan drg. Oscar Primadi, MPH

Padang--Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Oscar Primadi, seperti dilansir media Antara.com (22/3/2018), mengatakan tren penyakit di Indonesia berubah seiring dengan perubahan perilaku di masyarakat. Hal ini dikatakan pada Temu Blogger Kesehatan di Padang, pada Kamis lalu.

 

"Jika dirunut jauh pada tahun-tahun sebelumnya, penyakit yang terbanyak di Indonesia adalah penyakit menular yang mencapai 56 persen seperti Ispa, TB dan lainnya," katanya.

 

Namun seiring berjalannya waktu tren penyakit berubah lebih kepada penyakit katastropik yang mencapai 57 persen seperti stroke, hipertensi, kanker, diabetes dan penyakit tidak menular lainnya. Hal itu, menurutnya diiringi dengan perubahan perilaku dan gaya hidup di masyarakat.

 

Ia menyebutkan, faktor risiko yang mengakibatkan tingginya kasus penyakit tidak menular (PTM) diantaranya adalah gaya hidup, mengkonsumsi makanan siap saji, faktor polusi, kurang beraktivitas, merokok, minum-minuman beralkohol dan hal lainnya.

 

Selain itu, sebutnya berdasarkan pembiayaan jaminan kesehatan nasional untuk penyakit katastropik hingga September 2017 mencapai 10,80 juta kasus dan pembiayaan mencapai Rp12,296 triliun. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menggalakkan program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dalam rangka menekan meningkatnya jumlah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.

 

Bentuk Germas adalah dengan melakukan aktivitas seperti rajin berolahraga, tidak merokok dan minum alkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan setiap enam bulan sekali seperti cek gula darah, kolesterol, lingkar perut dan lainnya."Kemudian, rutin mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran," tambahnya.-- (Humas Kesmas)#DukungGermas