Workshop on National Food Control System in Indonesia

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 07 April 2017, Dibaca : 581 Kali  

 

Foto bersama narasumber dengan seluruh peserta

 

Keamanan pangan menjadi isu yang penting saat ini selain karena pangan merupakan salah satu kebutuhan primer manusia tetapi juga karena pangan yang tidak aman berisiko menganggu kesehatan masyarakat. Sistem pengawasan pangan nasional yang efektif sangat penting untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat baik lokal maupun internasional. Di era perdagangan internasional, negara pengimpor dan pengekspor sama-sama berkewajibkan untuk memperkuat sistem pengawasan pangan, menerapkan, dan menegakkan strategi pengawasan makanan berbasis risiko.Pengawasan pangan dilakukan pada setiap rantai pangan yang tentu saja memerlukan keterlibatan dari semua sektor. Salah satu mandat FAO dan WHO adalah membantu pemerintah untuk mengembangkan dan memperkuat sistem pengawasan pangan nasional yang berdasar pada prinsip dan pedoman keamanan pangan di sepanjang rantai pangan.

 

Workshop yang dilaksanakan pada 3 – 6 April 2017 di Hotel Parklane Jakarta ini merupakan langkah awal dalam rangkaian kegiatan menilai secara mandiri posisi pengawasan pangan di Indonesia. Pada tahapan ini memperkenalkan tools / instrumen yang akan digunakan oleh semua sektor terkait keamanan pangan seperti Kementerian Kesehatan, BPOM, Kementerian Pertanian dan Peternakan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Industri, BSN, dll. Selain kementerian/lembaga yang berwenang dalam dalam pengawasan pangan, workshop ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dinas kesehatan, laboratorium, asosiasi, dan pakar terkait pangan. Workshop ini menghadirkan pembicara dalam pertemuan ini antara lain Mrs. Catherine Bessy dan Mrs. Mary Ann Green dari FAO serta Mrs. Amina Benyahia dan Mr. Gongal dari WHO.Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kesehatan Lingkungan.

 

Direktur Kesehatan Lingkungan membuka pertemuan

 

Seluruh peserta pertemuan

 

Masing – masing Kementerian/Lembaga terkait pengawasan pangan diharapkan dapat menunjuk Focal Point yang bertugas mengumpulkan data, indikator, dan bukti yang ada dan tersedia saat ini pada semua kriteria penilaian. Tenaga ahli dari WHO dan FAO akan membantu para focal point dalam menentukan kriteria penilaian yang relevan dengan masing – masing Tupoksinya serta mengumpulkan bukti – bukti / indikator yang mendukung. Tenaga ahli kemudian juga akan membantu menganalisis posisi Indonesia terkait sistem pengawasan pangan nasional saat ini. Hasil penilaian diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia dalam menentukan kebijakan selanjutnya terkait sistem pengamanan pangan nasional. Hasil tersebut diharapkan juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi negara lain yang akan melaksanakan penilaian sistem pengawasan pangan di negaranya masing – masing. (NK)