Kalteng Bersinergi dengan Pendekatan Germas

Dipublikasikan Pada : Rabu, 12 April 2017, Dibaca : 638 Kali  

Menkes RI dengan Peserta Rakerkesda Provinsi Kalteng

PALANGKARAYA - Pada tanggal 5-7 April telah berlangsung Rapat Kerja Kesehatan Daerah di Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dimulai bersamaan dengan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2018 yang langsung dihadiri oleh 2 Menteri Kabinet Kerja yaitu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro yang resmi membuka Musrenbang dan Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek.

 

Menkes, didampingi oleh Sekretaris Jeneral, Dirjen Kesehatan Masyarakat, Dirjen Pelayanan Kesehatan dan Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran usai menghadiri Musrenbang melanjutkan perjalanan menuju tempat dilaksanakannya Rakerkesda. Bertempat di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Menkes berdiskusi dengan para peserta Rakerkesda.

 

Sejalan dengan apa yang sudah disampaikan Beliau saat Musrenbang, Menkes juga menekankan agar daerah dapat terus bersinergi dengan pusat untuk melaksanakan kegiatan dan program mendukung pembangunan kesehatan yang merata dengan mengacu apda visi-misi Presiden.

 

Menkes juga menyampaikan sejak tahun 2010 Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab terbesar kematian dan kecacatan serta menduduki peringkat 1 hingga 5 terbesar di tahun 2015, diantaranya stroke, kecelakaan lalu lintas, jantung, kanker dan diabetes. Dan di tahun 2015 telah muncul beban penyakit baru yaitu depresi (masalah kejiwaan), asfiksia dan trauma kelahiran serta penyakit paru obstruktif kronis. “Tanpa adanya upaya yang kuat tren peningkatan PTM ini kedepannya masih akan terus terjadi,” ujar Menkes.

 

Dengan adanya GERMAS, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas fisik penduduk yang  masih 26,1% kurang melakukan aktifitas fisik. Juga dapat mendeteksi penyakit tidak menular dan mengendalikan faktor resiko. Menurut data, penyakit  Hipertensi (25,8% dewasa >15 tahun), Diabetes (6,9% dewasa >15 tahun), Kanker (1,4%o semua umur), serta dapat meningkatkan konsumsi penduduk untuk makan sayur dan buah, dimana  Penduduk >10 th kurang konsumsi buah dan sayur masih 93,5%. 

 

Pada Rakerkesda ini diharapkan terjalin sinergitas antara daerah dan pusat dalam menjaga masyarakat sehat agar tetap sehat dan menyelesaikan masalah kesehatan dengan bertitik tolak pada status kesehatan keluarga melalui program perbaikan gizi, KIA, pencegahan penyakit menular dan tidak menular, penyehatan lingkungan serta program pelayanan kesehatan. (IWP)