Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Gizi Tahun 2017

Dipublikasikan Pada : Senin, 29 Januari 2018, Dibaca : 431 Kali  

Jakarta, 29 Januari 2018

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa dalam mencapai misi dan tujuan organisasi, instansi pemerintah harus melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud pertanggungjawabannya.

Tingkat keberhasilan kinerja Direktorat Gizi Masyarakat kurun waktu 2017 dalam rangka mencapai sasaran program yaitu “meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat” dengan menurunnya persentase ibu hamil kurang energi kronik menjadi 21,2%, diukur melalui pencapaian indikator kinerja kegiatan yang telah diperjanjikan yaitu ibu hamil KEK yang mendapatkan MT, bayi usia <6 bulan yang mendapat ASI eksklusif, ibu hamil yang mendapat, balita kurus yang mendapat MT, remaja puteri yang mendapat TTD, balita yang naik BB-nya, dan kab/kota melaporkan hasil PSG. Pada tahun 2017, terdapat tiga dari tujuh indikator kinerja kegiatan yang tidak mencapai target yang ditetapkan, yaitu persentase ibu hamil KEK yang mendapat makanan tambahan, persentase ibu hamil yang mendapat TTD 90 tablet selama masa kehamilan, dan persentase balita kurus yang mendapat makanan tambahan.Tercapainya target empat indikator kinerja kegiatan tidak lepas dari dukungan langsung realisasi anggaran Direktorat Gizi Masyarakat sebesar Rp 659.587.945.000,- atau 98,76% dari total pagu anggaran yang diemban pada tahun 2017.

Permasalahan tidak tercapainya target 3 (tiga) indicator diatas, dikarenakan keterlambatan dan keterbatasan dalam pengadaan TTD serta kecilnya alokasi anggaran penyediaan makanan tambahan bagi bumil KEK dan balita kurus. Untuk itu perlu dilakukan koordinasi dengan lintas program dan sektor dalam upaya mencapai target indikator kinerja kegiatan Direktorat Gizi Masyarakat.

Berbagai hambatan dan kendala yang diidentifikasi, telah diupayakan alternatif pemecahannya dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja 2017, harapan pada masa mendatang semua hambatan serta permasalahan dapat terpecahkan.