LAKIP Direktorat Promosi Kesehatan dan PM Tahun 2017

Dipublikasikan Pada : Selasa, 30 Januari 2018, Dibaca : 61 Kali  

Jakarta, 30 Januari 2018

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/52/2015 Tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat memiliki sasaran yang harus dicapai yaitu ”Meningkatnya Pelaksanaan Pemberdayaan dan Promosi Kesehatan Kepada Masyarakat” yang kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan tata kerja Kementerian Kesehatan, yang mengamanatkan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 Sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2017, dimana Prioritas Nasional adalah Penguatan Promotif Preventif “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” maka Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat menetapakan Indikator kinerja sasaran yang akan dicapai pada tahun 2017 yaitu :

  1. Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebanyak 100 kabupaten kota 
  2. Persentase Posyandu Aktif sebesar 50%
  1. Persentase desa yang mengalokasikan dana desa  untuk UKBM sesuai dengan NSPK Kesehatan  30%

Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2017 merupakan bukti tertulis serta wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sepanjang tahun 2017. Capaian Indikator Kinerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2017 dapat dilihat dari pencapaian indikator 1). Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebanyak 100 kabupaten/kota, 2). Persentase Posyandu Aktif sebesar 56.79%, 3). Persentase desa yang mengalokasikan dana desa  untuk UKBM sesuai dengan NSPK Kesehatan 30,56% 

 

Dalam mencapai indikator tersebut, strategi yang dilaksanakan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah :

  1. Meningkatkan upaya Advokasi Kesehatan kepada pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah
  2. Meningkatkan upaya Penggalangan Kemitraan Bidang Kesehatan untuk mendukung program kesehatan prioritas
  3. Meningkatkan upaya Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
  4. Meningkatkan upaya Komunikasi, Informasi dan Edukasi Bidang Kesehatan
  5. Meningkatkan kemampuan tenaga Promosi Kesehatan dalam pelaksanaan Promosi Kesehatan baik di tingkat pusat maupun di daerah

 

Pada tahun 2017, dilaksanakan Konferensi Nasional Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat ke 7 yang menghasilkan langkah-langkah konkrit promosi kesehatan dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam implementasi promosi kesehatan, Pembelajaran tentang keberhasilan pelaksanaan promosi kesehatan dalam pencapaian masyarakat sehat, Sinkronisasi antar lembaga pendidikan, pengguna tenaga promosi kesehatan dan profesi guna memenuhi tenaga promosi kesehatan yang profesional. Rumusan langkah-langkah konkrit tersebut akan menjadi Sasaran Strategis Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat kedepan dalam mendukung Pembangunan Kesehatan.

 

Keberhasilan pelaksanaan Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2017, tercipta atas kerjasama dan dukungan dari semua pihak.  Upaya yang telah dilakukan dalam pencapaian indikator kinerja tidak terlepas dari hal-hal sebagai berikut:

  1. Dukungan komitmen internal Kementerian Kesehatan dan Lintas Sektor tingkat pusat terhadap pentingnya Promosi Kesehatan dalam pembangunan kesehatan
  2. Dukungan komitmen Dinas Kesehatan Provinsi selaku wakil pemerintah pusat atas pelaksanaan Dekonsentrasi Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
  3. Dukungan komitmen Dinas Kesehatan Kab./Kota dalam mendukung pelaksanaan Kegiatan Promosi Kesehatan di tingkat kab./kota
  4. Dukungan komitmen Lintas Program dan Lintas Sektor di daerah untuk pencapaian pembangunan kesehatan
  5. Adanya peran serta dari Kelompok Potensial (Dunia Usaha/Ormas/Kelompok Potensial Lainnya) di tingkat pusat dan daerah dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan

 Tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah dalam pelaksanaan Promosi Kesehatan masih kurang, efisiensi anggaran sangat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

 Peningkatan kualitas senantiasa menjadi prioritas bagi kami, oleh karena itu saran atau masukan dari semua pihak sangat kami harapkan demi peningkatan upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat serta diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi masukan dalam penyusunan perencanaan tahunan, bahan evaluasi pelaksanaan program, penyempurnaan pelaksanaan kegiatan yang akan datang, serta penyempurnaan kebijakan yang diperlukan. Kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam penyusunan laporan tahunan ini, semoga dapat berguna dan bermanfaat.