Sosialisasi Dampak Kesehatan Akibat Merkuri

Dipublikasikan Pada : Selasa, 09 May 2017, Dibaca : 613 Kali  

Sampit – Mei 2017  Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Sosialisasi Germas di Sampit Kab Kotawaringin Timur pada tanggal 3 s.d 5 mei 2017, dalam rangka Dampak Kesehatan Akibat Penyemaran Merkuri bagi para penambang emas. 

 

Sosialisasi Germas untuk Para penambang emas yang merupakan instruksi Presiden yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, salah satu yang berhubungan adalah zat yg mencemari termasuk adalah merkuri atau air raksa (logam  berat  beracun) yang mana akan mencemari seluruhnya yang ada di sekitar manusia sehingga masuk kedalam tubuh akan mennyebabkan penyakit yang tidak menular.

 

Sosialisasi Dampak Merkuri  dihadiri oleh  Dinas Kesehatan Provinsi kalteng, Dinkes Kab Kota Waringin Timur, Camat Paragean, Kapolsek Paragean, Tokoh agama dan para penambang dari 14 desa 1 Kecamatan sebanyak 100 orang.

 

Dalam sambutan pembukaan  dari kementerian kesehatan yang di wakili oleh Dr Inne. Menyampaikan “merkuri sudah masalah internasional di harapkan setelah adanya  sosialisasi ini bisa menciptakan masyarakat yang hidup sehat”

 

Tambang emas  di kab Kota Waringin timur terletak di Pundu jaya dan Gunung mas,  di Pudu jaya merupakan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)  yang luasya 25 Hektar yang terletak di Bukit Harapan Kecamatan Paraggean, diresmikan sesuai dengan SK Bupati Kota waringin Timur No.188.45/178/HUK-Distaren2013 pada tanggal 9 April 2013. Dimana  tempat penambanagan yang dekat dengan sungai tuala dan sugai Pudu jaya. Gerakan Masyarakat hidup sehat  bagi para penambang dan wilayah sikitar sungai yang terkena dampak merkuri sudah merupakan intruksi presiden  untuk meninkatan kualitas hidup.

 

Kunjungan ke lokasi merupakan bagian yang penting, dimana petugas kesehatan dan pemerintahan yang terkait dapat melihat langsung kegiatan penambangan. Dengan hanya lumbang berukuran 90 x 90 Cm dengan kedalaman 18 sampai 28 m penambang harus masuk kedalam dengan hanya mengunakan oksigen yang dialirkan dari dengan peralatan seadanya dilakukan dari pagi jam 08 sampai jam 14.00 WIB hanya berbekal air dan sepotong roti, yang mengakibatkan penambang mengalami penyakit lambung .  Faisal dari petugas Puskesmas mengatakan dampak dari para penambang banyak yang tekena gatal-gatal, malaria, dan mag,  faisal  menyarankan agar mebawa bekal makan dan minum yang yang cukup, berobatlah ke puskesmas jika ada keluhan sakit tidak dipungut biaya.