Sosialisasi Dukungan Program Kesehatan Keluarga Bagi Lokus Kab Kota Stunting

Dipublikasikan Pada : Rabu, 15 May 2019, Dibaca : 57 Kali  

Jakarta - Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi merupakan salah satu sasaran pokok  RPJMN 2015-2019. Angka Kematian Ibu telah berhasil diturunkan dari 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 (SDKI 2012) menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 (SUPAS 2015). Sementara itu, Angka Kematian Neonatal (AKN) juga telah mengalami penurunan dari semula 19 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2012) menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2017). Namun kita masih harus bekerja keras untuk mencapai target RPJMN 2024 yaitu AKI sebesar 183/100.000 kelahiran hidup dan AKN 11,1 per 1000 kelahiran hidup.

 

Selain AKI dan AKN, Indonesia juga menghadapi masalah kesehatan lain yang harus mendapat perhatian diantaranya adalah masalah stunting yang saat ini masih sebesar 29,9% dari target RPJMN 2019 sebesar 28%. Padahal stunting menjadi salah satu indikator untuk mengukur kualitas sumber daya manusia di suatu negara.

 

Saat ini Indonesia telah mulai memasuki era bonus demografi. Namun bonus demografi ini bisa menjadi berkah atau bahkan menjadi musibah apabila tidak dipersiapkan dengan baik. Sehubungan dengan hal tersebut supaya Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas baik, dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa maka perlu dilakukan persiapan sejak dini. Untuk itu berbagai program diselenggarakan dengan pendekatan siklus kehidupan yang dimulai sejak masa pra hamil, hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif hingga pemberdayaan Lansia dalam meningkatkan kesehatan keluarga.

 

Untuk itu Direktorat Kesehatan Keluarga, Ditjen Kesmas menyelenggarakan Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi Program dan NSPK Kesehatan Keluarga bagi Kabupaten/Kota Lokus Percepatan Penurunan Stunting Angkatan I di Jakarta, 14-17 Mei 2019. Sosialisasi dan advokasi program dan NSPK Lingkup Kesehatan Keluarga ini adalah untuk lebih meningkatkan pemahaman para pengelola program Kesehatan Masyarakat khususnya Program Kesehatan Keluarga tentang adanya NSPK dan bagaimana NSPK tersebut dapat diimplementasikan secara nyata serta monitoring dan evaluasinya untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting, AKI dan AKN di wilayah kerja masing-masing. (bgs)