Penuhi Gizi Kita Dengan Konsumsi Ikan

Dipublikasikan Pada : Senin, 15 May 2017, Dibaca : 766 Kali  

Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek, saat membuka Festival Kuliner Ikan Nusantara (foto:Heri)

JAKARTA--Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek, saat membuka Festival Kuliner Ikan Nusantara mengungkapkan, Menteri Susi telah bersusah payah menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan di perairan Indonesia, yang berdampak pada meningkatnya ketersediaan stok ikan di Indonesia.

 

“Ikan merupakan salah satu bahan makanan sumber protein hewani yang mudah diterima pada semua golongan masyarakat, dan ketersediaannya sangat melimpah”, ujar Menkes.

 

Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan juga mengandung asam lemak tak jenuh (Omega, yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10). Kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lain seperti daging sapi dan ayam.

 

Pada kesempatan tersebut Menkes mengajak semua pihak untuk ikut mengkampanyekan dan mengkonsumsi beragam ikan sebagai salah satu hidangan keluarga sehari-hari serta makan sayur dan buah setiap hari untuk pemenuhan gizi kita.

 

Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar lebih memilih ikan ketimbang daging untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. “Kita coba kembalikan makan ikan, karena saya takut Bu Susi, kalau enggak makan ikan, nanti ditenggelamkan,” kata Menteri Nila berkelakar.

 

Di tuturkan juga oleh Menkes, bahwa pada setiap kesempatan kunjungan kerja Bapak Presiden Jokowi ke berbagai daerah, ia sangat peduli terhadap upaya perbaikan gizi masyarakat Indonesia. Hal ini tampak nyata pada setiap kunjungannya, Presiden selalu mengadakan dialog langsung dengan masyarakat terkait kesehatan dan gizi sekaligus memberikan paket bantuan gizi dan makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, balita dan anak sekolah.

 

Menkes juga menghimbau agar Ibu-ibu hamil khususnya untuk lebih gemar mengkonsumsi ikan karena banyaknya gizi yang terkandung dalamnya. “Kami tidak ingin, ibu melahirkan anak kecil-kecil, jadi repot mengurusnya. Kalau hamil harus makan sehat dan berprotein. Salah satunya yang berasal dari laut,” tambah Menteri Nila.

Dirjen Kesmas, dr.Anung Sugihantono, M.Kes, bersama Sesditjen Kesmas, dr.Kuwat Sri Hudoyo, MS, ketika meninjau lokasi stand peserta Festival Ikan di Jakarta (foto:Heri)

Festival Kuliner Ikan Nusantara yang berlangsung di Koridor Museum Fatahillah, Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Sabtu hingga Minggu sore, (13-14 Mei) lalu itu, mengusung tema “Makan Ikan Membuat Kita Semakin Sehat”, ini diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

 

Hadir pada acara pembukaan itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, serta perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Pariwisata.

 

Pada acara festival itu, semakin meriah dengan hadirnya para pengunjung yang mengenakan seragam kaos berwarna biru dengan topi berhiaskan ornamen ikan yang dimanjakan dengan deretan stand yang menyajikan jajajanan ikan bakar, demo masak, talkshow tentang nutrisi ikan dan juga penampilan sajian musik live.

 

“Festival ini merupakan upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat agar lebih menyukai untuk mengonsumsi ikan daripada daging ayam atau sapi dalam pemenuhan kebutuhan gizinya”, ucap ketua panitia Dirjen Kesmas, dr. Anung Sugihantono, M.Kes.

 

“Sebagai negara bahari, Indonesia kaya dengan ikan. Karena itu, pemerintah berharap potensi laut ini bisa dimaksimalkan dan lebih dicintai oleh masyarakat yang ditunjukkan dengan lebih gemar makan ikan,” imbuhnya.

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tak dapat hadir dalam kesempatan tersebut, meninggalkan pesan lewat rekaman video, agar masyarakat Indonesia lebih menggemari ikan. Ia menyayangkan, Indonesia dengan luas laut 5,8 juta Kilometer dan panjang pantai nomor dua di dunia, yaitu lebih dari 97.000 Kilometer, kenyataannya justru anak-anak Indonesia masih sangat kekurangan protein dan asupan gizi. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2003-2013 ditemukan, 1 dari 3 anak Indonesia mengalami pertumbuhan kuntet atau stunting.

 

“Dalam rangka memeriahkan Festival Kuliner Ikan Nasional tahun 2017, saya ingin mengkampanyekan untuk kita semua, agar tambah minat dan menyenangi makan ikan, karena ikan sehat dan banyak protein. Dan kita harapkan, manusia Indonesia tumbuh sehat karena banyak makan ikan. Yang tidak makan ikan, saya tenggelamkan,” lanjut Menteri Susi yang berhasil mengundang gelak tawa masyarakat yang hadir. -(fey)-