KABUPATEN GROBOGAN DEKLARASI OPEN DEFECATION FREE (ODF)

Dipublikasikan Pada : Sabtu, 04 Juni 2016, Dibaca : 1204 Kali  

_20160531_145044

Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F Moeloek, SpM (K), Selasa (31/5/2016) melangsungkan kunjungan kerja ke Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan. Hal itu dilakukan untuk menyaksikan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan Kab. Grobogan. Ikut mendampingi Menkes dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sujatmoko, sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan. Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama jajaran FKPD dan pejabat terkait lainnya.

Kabupaten Grobogan menjadi Kabupaten pertama di provinsi Jawa Tengah yang terverifikasi 100% telah melaksanakan stop buang air besar sembarangan. Kemandirian masyarakat yang ditunjang oleh konsistensi pengawalan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) oleh segenap perangkat daerah menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya di Indonesia untuk tergerak mempercepat akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak. Penetapan Kabupaten Grobogan sebagai Kabupaten ODF 100% bebas buang air besarsembarangan (BABS) pertama di provinsi Jawa Tengah menjadi sebuah bukti efektifitas

pendekatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang berhasil mempercepat akses terhadap sanitasi yang layak bagi 439.796 kepala keluarga yang tersebar di 280 desa di Kabupaten Grobogan.

Rencana deklarasi ODF Kabupaten Grobogan telah dipersiapkan sejak Januari 2016 dengan melakukan proses verifikasi ODF untuk memastikan 100% desa di Kabupaten Grobogan telah stop buang air besar sembarangan. Tim verifikasi terdiri dari utusan Provinsi Jawa Tengah antara lain: Dinas Kesehatan, Pokja AMPL, Dinas Pendidikan, Badan Lingkungan Hidup, serta koordinator STBM dari dari tingkat Kabupaten Grobogan antara lain: Humas Protokoler Bupati, Dinas Kesehatan, Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPRBKK) Purwodadi, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTR), fasilitator Kabupaten dan didukung oleh Water and Sanitation Program (WSP) World Bank.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menyatakan, ODF merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah. Salah satu tujuannya, untuk membiasakan masyarakat berperilaku hidup bersih dalam upaya pencegahan penyakit, khususnya diare. Masyarakat sendiri merupakan pondasi paling utama dari pendekatan STBM. Kesuksesan STBM hanya akan terjadi apabila masyarakat selalu berdaya berperilaku hidup bersih dan sehat, ungkap Menkes. Di samping itu Menkes mengapresiasi dengan adanya kolaborasi lintas sektoral yang dilakukan oleh tim teknis STBM bersama industrial sektor serta masyarakat. Komitmen pemerintah daerah yang besar merupakan kunci keberhasilan STBM. Komitmen pemerintah daerah ini dapat ditunjukan dengan alokasi anggaran APBD untuk program sanitasi, khususnya kegiatan pemicuan masyarakat. Hal ini menjadi penting karena paradigma yang dibangun oleh STBM mengedepankan pembangunan sanitasi berbasis partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, bukan pembangunan berbasis konstruksi dan subsidi. Selain itu, untuk bisa berhasil dengan baik, Menkes meminta dukungan dan peran serta dari tokoh masyarakat dan alim ulama untuk membantu mensosialisasikan program ODF tersebut. Baik melalui pertemuan formal atau nonformal yang dilakukan di lingkungannya masing-masing.

Sebagai puncak acara dilaksanakan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) dilakukan pembacaan deklarasi oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni dan diikuti para camat serta disaksikan langsung oleh Menkes. Usai menyaksikan deklarasi dan melangsungkan dialog singkat, Menkes dan rombongan kemudian melakukan kunjungan lapangan ke sekolah sehat di SDN 01 Panunggalan. Di tempat ini, Menkes disuguhi peragaan cuci tangan yang benar oleh para siswa. (AS)