Sosialisasi Dampak Merkuri Bagi Kesehatan Penambang Emas

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 26 May 2017, Dibaca : 677 Kali  

Sosialisasi Dampak Penggunaan Merkuri Terhadap Kesehatan

Lebak Gedong 22 – 24 Mei 2017, Direktorat kesehatan Kerja dan Olahraga kembali melakukan sosialisasi pencegahan dan pengendalian dampak pencemaran merkuri melalui program Germas di Kabupaten Lebak. Bertempat di gedung kecamatan Kabupaten Lebak Gedong, kegiatan ini dihadiri hampir seratusan orang yang berasal dari unsur muspika Kecamatan Lebak Gedong, Ibu-ibu PKK, dan para penambang serta pengolah emas.

 

Camat Kecamatan Lebak gedong HE. Wahyudin menyampaikan bahwa Lebak gedong merupakan salah satu titik penambangan emas yang dilakukan oleh warga sekitar dan sudah berlangsung selama 20 – 30 tahunan. Dalam rangka mengurangi penggunaan merkuri Kabupaten Lebak akan mendapatkan bantuan teknologi pengolahan emas tanpa menggunakan merkuri. “Mou sudah ditandatangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Bupati lebak, hal ini untuk mengurangi dampak penggunaan merkuri pada masyarakat dan tidak menghilangkan mata pencaharian penduduk di sini” ungkapnya.

 

Kasubdit Kesehatan Okupasi Dan surveilance dit Kesjaor Dr.  Guntur Argana M. Kes, mewakili Direktur Kesehatan Kerja Dan Olahraga mengatakan bahwa risiko terbesar yang terkena paparan merkuri adalah pengolah emas. “Jangan sampai kasus minamata di Jepang terjadi Indonesia” pesannya.

 

Merkuri merupakan logam berat yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara, makanan dan minuman yang terkontaminasi dan absorbsi melalui kulit. Dampak kesehatan yang ditimbulkan juga banyak, diantaranya adalah gangguan saraf, gangguan saluran cerna dan ginjal dan juga gangguan pernafasan dan kardiovaskular. Sementara pada janin dan anak merkuri dapat menyebabkan gangguan berupa cacat mental, kebutaan, abortus/kematian, penurunan IQ dan gangguan syaraf.

dr. Guntur Argana saat mensosialisasikan dampak penggunaan merkuri

 

Kabupaten Lebak mempunyai 3 program utama yaitu : Lebak Sehat, Lebak Pintar dan Lebak Sejahtera. Dengan adanya sosilaisasi ini diharapkan sepuluh tahun yang akan datang semua pekerja penambangan dan pengolahan emas tetap hidup sehat.(Id)