Untuk Dukung Germas, DPRD Kabupaten Solok Datangi Kemenkes

Dipublikasikan Pada : Selasa, 13 Juni 2017, Dibaca : 637 Kali  

Kepala Bagian Hukormas, Bonar Sianturi, SH, MH, ketika memimpin pertemuan dengan Komisi A DPRD Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat

JAKARTA—Hari ini Selasa (13/6), Ditjen Kesehatan Masyarakat, yang diwakili Kepala  Bagian Hukormas, Bonar Sianturi, SH, MH dan didampingi perwakilan dari masing-masing direktorat terkait lain di Kementerian Kesehatan,  menerima kunjungan Komisi A DPRD Kabupataen Solok, Provinsi Sumetera Barat, untuk melakukan konsultasi membahas tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

 

“Kami datang untuk memohon gambaran dan arahan dari Kementrian Kesehatan RI yang bisa dijadikan referensi dalam sosialisasi pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yg hingga sosialisainya sampai ke Kabupaten kami”, ujar salah satu anggota Komisi A, Gubrial Abbas yang memimpin dalam rombongan yang berjumlah 10 orang itu.

 

Kepala Subdit, Advokasi dan Kemitraan, Direktorat Promosi Kesehatan, Ditjen Kesmas, Sakri Sab’atmaja, SKM, Msi, yang turut hadir pada pertemuan itu menjelaskan,  bahwa dalam 30 tahun ini, Indonesia sedang mengalami perubahan pola penyakit atau yang sering disebut transisi epidemiologi. Lebih lanjut ia paparkan, pada Era tahun 90-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar  adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), TBC, Diare, dan lain-lain. Namun sejak tahun 2010, penyebab kesakitan dan kematian terbesar adalah Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti strooke, jantung dan kencing manis.

 

Kasubdit. Advokasi & Kemitraan, Diit.Promkes, Ditjen Kesmas, Sakri Sabatmaja, SKM, Msi, ketika memaparkan tentang Germas dihadapan anggota Komisi A DPRD Kab.Solok

PTM sekarang dapat menyerang bukan hanya usia tua tapi telah bergeser ke usia muda, dan dari semua kalangan kaya atau miskin serta yang tinggal di kota maupun di desa. Malah. Kata Sakri, sekarang banyak orang miskin yang menderita penyakit hipertensi, jantung dan sejenisnya karena pola perilakunya.

 

“Untuk itu kita harus bersamam-sama mencegah faktor-faktor risiko PTM, dengan cara  melakukan suatu kegiatan pencegahan yang melibatkan seluruh masyarakat Indonesia melalui Germas, dengan tanpa membedakan usia, jenis pekerjaan, status sosial, ekonomi dan lokasi tempat  tinggal”, tegasnya lagi.

 

Lebih jauh ia sampaikan, Germas adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana, dilakukan secara bersama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuan Germas, agar masyarakat bisa berperilaku sehat, sehingga diharapkan berdampak pada kesehatan yang terjaga.

 

“Jika sehat, produktivitas masyarakat akan meningkat, tercipta lingkungan bersih, dan yang lebih penting biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat menjadi berkurang”, ungkap Sakri.

Saling tukar cinderamata pada penghunjung acara pertemuan konsultasi antar anggota DPRD Kab.Solok dengan pihak Kemenkes RI

“Untuk sementara ini guna mendukung Germas, tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh anggota DPRD di daerah adalah memberi contoh kepada masyarakat  dengan melakukan senam kebugaran secara berkala”, pungkasnya.

 

Dalam acara pertemuan yang berlangsung selama dua jam lebih di ruang rapat Ditjen Kesmas 814 itu, ditutup dengan saling memberikan cinderamata dari masing-masing pihak. -(fey)-