UPAYA IDAI DAN POGI DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN AUDIT MATERNAL PERINATAL (AMP)

Dipublikasikan Pada : Selasa, 21 Juni 2016, Dibaca : 1701 Kali  

Untitled

Apa itu Audit Maternal Perinatal (AMP)? Definisi dari AMP itu sendiri adalah Serangkaian kegiatan penelusuran sebab kematian atau kesakitan ibu, perinatal dan neonatal guna mencegah kesakitan dan kematian serupa di masa yang akan datang. Tujuan dilaksanakannya AMP antara lain : Menentukan sebab dan faktor terkait dalam kesakitan dan kematian ibu dan perinatal (3 terlambat & 4 terlalu), Memastikan dimana dan mengapa berbagai system & program gagal dalam mencegah kematian Menentukan jenis intervensi & pembinaan yang diperlukan. AMP di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 1997, namun dirasa belum berdampak pada perbaikan kesehatan maternal dan perinatal, ada beberapa kendala yang menghambat keberhasilan program tersebut, antara lain, Implementasi di lapangan sangat bervariasi, dan dibeberapa daerah pelaporan pelaksanaan AMP tidak terdokumentasikan dengan baik, Banyak daerah yang belum mempunyai tim pengkaji, Hasil pengkajian masih sebatas menjadi dokumen dan belum ditindak lanjuti, serta Rekomendasi belum dilaksanakan dengan optimal di Kab/Kota yang bersangkutan. Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan tugas bersama, Kementerian Kesehatan selaku leading sector tidak dapat bekerja sendiri, walaupun Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Buku Pedoman AMP sebagai acuan bagi pelaksana program dalam mengoptimalkan program tersebut, namun dukungan dan peran aktif dari Lintas Sektor dan Lintas Program serta Organisasi profesi dan Organisasi lainnya sebagai mitra dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) merupakan Organisasi profesi yang ikut berperan dalam pelaksanaan AMP tersebut. Mengutip dari Pertemuan Orientasi Pelaksanaan AMP di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) selaku Ketua IDAI menyampaikan, “IDAI mempunyai tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. IDAI berpartisipasi aktif dalam membina dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di Indonesia. Adapun peran dari anggota IDAI dalam mendukung pelaksanaan AMP adalah, mengisi form AMP untuk kepentingan perbaikan sistem layanan kesehatan anak, sebagai reviewer internal/eksternal, mengembangkan AMP di tempat kerja, sebagai fasilitator dalam pelatihan AMP, dan memberikan rekomendasi berdasarkan temuan AMP serta melaksanakan rekomendasi tersebut”. Sedangkan POGI, sebagai organisasi yang memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi dalam hal ini mempunyai sikap tersendiri dalam hal pelaksanaan AMP, “pada prinsipnya POGI sangat mendukung pelaksanaan AMP tersebut, beberapa sikap POGI antara lain adalah, mewajibkan seluruh anggota terlibat secara aktif pada setiap kegiatan AMP, meningkatkan peran POGI cabang seluruh Indonesia untuk terlibat aktif pada setiap kegiatan AMP, melalui Himpunan/Pokja membuat rekomendasi bersama stakeholder  lain, sosialisasi dan implementasi dari rekomendasi tersebut, mencegah angka kematian, dan mengurangi angka kematian”, ungkap Dr. dr. Poedjo Hartono, SpOG (K) pada pertemuan Orientasi Pelaksanaan AMP di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Diharapkan dengan dukungan dari Organisasi – organisasi tersebut dapat mengoptimalkan pelaksanaan dari AMP sehingga dapat berdampak terhadap upaya penurunan AKI dan AKB di Indonesia.