Peran Kabupaten Tegal dalam Perencanaan Pembangunan Daerah TA. 2017 dalam Kerangka Musrenbangda

Dipublikasikan Pada : Selasa, 21 Juni 2016, Dibaca : 998 Kali  

MUSRENBANGDA TEGAL 2016

Memperhatikan kondisi Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Tegal, masih terdapat persoalan yang mendasar, yaitu : 1) Jumlah Kematian Ibu yang melahirkan masih di atas rata-rata tingkat Provinsi Jawa Tengah, meskipun Tahun 2015 sudah menurun, dari 47 menjadi 33 di Tahun 2014 (Tahun 2016 ditargetkan jumlah kematian Ibu menurun menjadi 25 kasus), 2) Jumlah Kematian Bayi masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi, 3) Masih tingginya kasus HIV / AIDS (diperlukan adanya perubahan perilaku / PHBS), 4) Perlunya akses pemerataan pelayanan kesehatan di daerah pinggiran, 5) Dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang positif di Kabupaten Tegal (PDRB tinggi) dan angka kemiskinan kecil 9,87 %, perlu diupayakan pembangunan SDM yang berkualitas untuk menghadapi isu strategis Masyarakat Ekonomi ASEAN. Peran Kabupaten Tegal, khususnya untuk mewujudkan paradigma sehat dalam pembangunan berwawasan kesehatan, meliputi : 1) Kebijakan Bupati Tegal untuk dapat “Mematikan Rokok” sebagai contoh bagi masyarakat disertai dengan membuat Iklan Layanan Masyarakat yang mensosialisasikan “Saya Berhenti Merokok”, 2) Pemerintah Kabupaten Tegal dapat menjadwalkan kunjungan ke tempat fasilitas pelayanan publik tanpa diumumkan ke masyarakat untuk melihat dan mengecek langsung kondisi sarpras publik, 3) Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kesehatan (berdasarkan acuan dari PP 101 tentang PBI JKN) menyediakan alokasi dana untuk mengcover pembiayaan persalinan, 4) Penyediaan RTK (Rumah Tunggu Kelahiran) yang sudah termuat dalam Paket Jampersal (Jaminan Persalinan) di pos anggaran DAK Non Fisik, 5) Pemberian reward bagi seluruh perangkat SKPD bidang kesehatan yang 100 % dapat menerapkan perilaku sehat tidak merokok, 6) Pemda Kabupaten Tegal seharusnya berani mengambil tindakan untuk tidak memasang baliho rokok dan mengelola keuangan daerah dengan menetapkan pendapatan daerah (revenue) dari sektor lain (misalkan dari industry, pertanian, perkebunan, dsb sesuai pengklasifikasian PDRB), 7) Penetapan kebijakan Pemda Kabupaten Tegal dalam penyediaan akses sarana prasarana tambahan bagi penyandang cacat di Puskesmas dan RS, seperti : wheel chair dan ram untuk pengguna disabilitas, 8) Pemda Kabupaten Tegal harus dapat memetakan kecamatan mana yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui program percontohan, misal : di kecamatan Bojong ditetapkan sebagai percontohan Kecamatan Bebas Asap Rokok dan ODF / Buang Air Besar Sembarangan, dsb, dan 9) Penguatan peran Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) di tingkat Kecamatan Langkah-langkah operasional yang dapat ditempuh oleh Kabupaten Tegal dalam perencanaan dan penganggaran Tahun 2017, meliputi : 1) Mempersiapkan kecamatan Bojong bebas rokok Tahun 2017 dimana Bapak Bupati dan Wakil Bupati akan menghentikan asap rokok dan berkomitmen pada kegiatan stop merokok, 2) Mempersiapkan kecamatan Bojong bebas ODF tahun 2017, 3) Menurunkan jumlah kematian ibu di tahun 2017 menjadi 0, melalui kegiatan KB aktif bagi PUS dan pelayanan kesehatan sesuai dengan siklus hidup (continuum of care) yang telah dijelaskan di dalam point ketiga Pengambilan Keputusan dan 4) Menyusun proposal DAK Tahun 2017 Bidang Kesehatan paling lambat akhir bulan April 2016 dalam konteks kerangka musrenbangda.