Sosialisasi Rancangan Kebijakan DAK Fisik dan Non Fisik TA 2021

Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Juni 2020, Dibaca : 162 Kali  

Jakarta - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat  mengadakan Sosialisasi Rancangan DAK Fisik dan Non Fisik TA 2021 di Kementerian Kesehatan RI secara virtual yang diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kabupaten/Kota yang dibagi menjadi 3 regional pada 18,19 dan 22 Juni 2020.

 

Dalam paparannya Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Eni Gustina, MPH, memaparkan arah kebijakan DAK 2021 adalah “Meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar (PrimaryHealth Care) dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi.”

 

Khusus DAK Non Fisik meliputi (1) Bantuan Operasional Kesehatan Provinsi; (2) Bantuan Operasional Kesehatan Kabupaten/Kota; (3) Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas; (4) Bantuan Operasional Kesehatan khusus Stunting; (5) Bantuan Operasional Kesehatan Kefarmasian dan Alat Kesehatan; (6) Jaminan Persalinan (Jampersal); (7) Akreditasi Puskesmas; (8) Pengawasan fasilitas pelayanan kefarmasian; (9) Pengawasan makanan minuman industri rumah tangga.

 

Pada kesempatan yang sama Kabiro Perencanaaan Kemenkes Drs. Bayu T Muliawan, Apt, M.Pharm, MM, juga memaparkan beberapa Lokasi PrioritasDAK Bidang Kesehatan  TA 2021 meliputi: (1) 360 Kab/Kota Prioritas Stunting; (2) 200 kab/kota prioritas AKI; (3) 150 labkesda; (4) 116 fasilitas pelayanan kesehatan prioritas telemedicine; (5) 12 Kab/Kota RS Pratama; (6) 171 Puskesmas DTPK; (7) 129 Kab/Kota prioritas deteksi dini penyakit tidak menular; (8) 151 kab/kota prioritas deteksi dini masalah kesehatan jiwa.(vr)