TCTP Buku KIA

Dipublikasikan Pada : Senin, 01 Agustus 2016, Dibaca : 984 Kali  

Direktur Kesehatan Keluarga memberikan sambutan saat pembukaan TCTP Buku KIA

Jogjakarta, 31 Juli 2016 Third Country Training Program tentang Buku KIA untuk ke-8 kalinya dilaksanakan, di mana Indonesia selalu menjadi tuan rumah. Pertemuan kali ini dihadiri oleh sembilan negara dari negara berkembang di Asia Tenggara, Africa dan Negara Muslim yang termasuk anggota OKI. Negara-negara tersebut adalah : Vietnam, Laos, Myanmar, Republik Timor Leste, Afganistan, Palestina, Kenya, Uganda, Kamerun. Tema yang diangkat adalah tentang “Local Government Support On Enhanching Maternal and Child Health Services throught Mother Child Health Handbook Implementation”. Pertemuan yang dibuka oleh Direktur Kesehatan Keluarga dr. Eni Gustina, MPH ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman petugas dalam implementasi buku KIA, dan keberhasilan implementasi dari masing-masing negara.

Delegasi Vietnam sedang mempresentasikan implementasi Buku KIA di negaranya

Dalam sambutannya dr. Eni Gustina menyampaikan bahwa buku KIA berisi tentang informasi kesehatan untuk mengedukasi ibu tentang kesehatan ibu dan anak. Buku KIA ini diperkenalkan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) pada tahun 1994 di Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah, kemudian diperkenalkan secara bertahap pada tingkat nasional sampai mencakup 33 provinsi pada 2005. Seluruh negara yang terlibat dalam training ini diharuskan untuk mempresentasikan pelaksanaan dan keberhasilan buku KIA di masing-masing negara. Selain itu juga para peserta juga diajak untuk melihat implementasi buku KIA dan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah dan Puskesmas Wates, Puskesmas Mantrijeron, RSUD Yogyakarta dan Posyandu RW 13 Kota Yogyakarta.

Foto bersama seluruh delegasi dengan panitia penyelenggara TCTP Buku KIA

  Pada akhirnya peserta training ini diharapkan dapat mengintegrasikan program kesehatan ibu dan anak dengan buku KIA ini, dan bekerjasama dengan program dan sektor terkait termasuk keterlibatan pemerintah dalam pelaksanaan dan keberlanjutan buku KIA. (Humas Kesmas)