Lomba Ibu dengan ASI Ekslusif : Wujud Penghargaan Keberhasilan Ibu Memberi ASI Di Tempat Kerja

Dipublikasikan Pada : Rabu, 02 Agustus 2017, Dibaca : 831 Kali  

JAKARTA---Bersamaan dengan peringatan Pekan ASI Sedunia, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, pada hari Selasa pagi (1/8) kemarin, menyelenggarakan Lomba Ibu dengan ASI Ekslusif, bertempat di Aula Siwabessy, gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta.`

Direktur Kesehatan Keluarga, dr.Eny Gustina, MPH ketika memberi sambutan dalam pembukaan Lomba Ibu Dengan Asi Ekslusif di Aula Siwabessy, Kantor kemenkes Jakarta

“Lomba ini diadakan sebagai wujud pemberian penghargaan bagi para pegawai di lingkungan Kementerian Kesehatan dalam keberhasilannya memberikan ASI ekslusif di tempat kerja”, ujar Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Direktur Kesehatan Keluarga, dr.Eny Gustina, MPH, ketika membuka acara lomba.

 

 

Berdasarkan data dari Biro Kepegawaian Kementerian Kesehatan tahun 2015 jumlah pegawai di Kementerian Kesehatan di Kantor pusat sebanyak 2.689 orang, dengan jumlah pegawai laki-laki sebanyak 1.300 orang (48.3%) dan jumlah pegawai perempuan sebanyak 1.389 orang (51.7%). Dari 1.389 orang pegawai perempuan, yang berusia produktif diperkirakan 50% dari total pekerja (695 orang). Sementara Data Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga tahun 2017 menyatakan jumlah pegawai hamil di Kementerian Kesehatan Kantor pusat, Jakarta Selatan, sebanyak 25 orang dan jumlah pegawai menyusui sebanyak 115 orang, pada Februari 2017. Dari 115 orang yang menggunakan ruang ASI sebanyak 77 orang (66.9%).

 

Direktur Kesehatan Keluarga ketika berkeliling ke tiap meja penilaian peserta lomba Ibu Dengan Asi Ekslusif di Aula Siwabessy, Jakarta, selasa siang kemarin (1/8).

 

Lebih lanjut dr.Eny paparkan, saat ini,jumlah pekerja perempuan di Indonesia mencapai 39% (47,4 jutajiwa) dari seluruh pekerja dan 25 jutadiantaranyaberadapadausiareproduktif. Pencapaian cakupan ASI, kata dr.Eny, sangat tergantung dari dukungan ibu pekerja dalam memberikan ASI eksklusif..

 

 

Ia terangkan juga, bahwa pemberian ASI secara eksklusif bukan saja bermanfaat untuk bayi dan ibu namun lebih jauh lagi, ASI dapat berdampak terhadap  penurunan angka kematian bayi (AKB) yang pencapaiannya belum memuaskan.

 

 

“Capaian ASI eksklusif di Indonesia belum mencapai angka yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Berdasarkan laporan SDKI tahun 2012 pencapaian ASI eksklusif adalah 42%. Sedangkan, berdasarkan laporan dari dinas Kesehatan provinsi tahun 2013, cakupan pemberian ASI 0-6 bulan hanyalah 54,3% (Pusdatin, 2015).”, ungkap dr.Eny.

 

 

 

Dalam sambutannya itu, ia tuturkan juga bahwa menyusui adalah hak ibu dan anak sebagai manusia. Namun, saat ini sering hak-hak tersebut tidak terpenuhi oleh mereka, terutama bagi ibu menyusui yang bekerja. Banyak alasan ibu pekerja kemudian berhenti menyusui sebelum bayi berusia dua tahun.Keberhasilan seorang ibu untuk menyusui diperlukan dukungan semua pihak, baik dari suami keluarga, masyarakat, lingkungan kerja, sistem pelayanan kesehatan, dan juga dari pemerintah.

 

 

Untuk hal ini, kata dr.Eny, Indonesia mempunyai komitmen untuk melaksanakann “Deklarasi Innocenti” tahun 1990 yang berisi bahwa setiap negara diharuskan memberikan perlindungan serta dorongan kepada ibu agar berhasil memberikan ASI secara ekslusif  kepada bayinya, dan pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Nomor 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI ekslusif.

Para Ibu dan Balita peserta lomba Ibu Dengan ASI Ekslusif di Aula Siwabessy, Kantor Kemenkes Jakarta, pada 1 Agustus 2017

 

Lebih lanjut ia sampaikan, bahwa Kementerian Kesehatan selaku pembuat kebijakan ASI di Indonesia berupaya menjadi contoh dalam penerapan kebijakan tersebut. untuk itu diperlukan partisipasi aktif seluruh pegawai dalam memanfaatkan sarana yang ada sehingga diharapkan pegawai Kementerian Kesehatan menjadi contoh dalam pemberian ASI eksklusif.

 

Dalam menutup sambutannya, dr. Eny berharap, semoga lomba ini dapat meningkatkan motivasi ibu bekerja untuk tetap bersemangat memberikan ASI Eksklusif kepada bayi yang kita cintai.

 

 

Pelaksanan lomba dibagi menjadi dua tahap, tahap seleksi administrasi dan tahap penilaian fisik ibu dan anak. Penilaian administrasi telah dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2017, sedangkan penilaian fisik dilaksanakan pada hariSelasa tanggal 1 Agustus 2017 di aula Siwabessy, Gedung kementerian Kesehatan, Jakarta.

 

 

Tim penilai dalam lomba ini berasal dari Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Kesehatan Keluarga, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, Unit Pelayanan Kesehatan, dan Pusat Analisis Determinan Kesehatan. Pengumuman dan penyerahan hadiah lomba akan dilaksanakan pada acara puncak Pekan ASI Sedunia (PAS) tahun 2017, tanggal 9 Agustus 2017, mendatang. –(fey)-

``