Surveilans Gizi Yang Berbasis IT

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 03 Agustus 2018, Dibaca : 563 Kali  

BOGOR - Pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif adalah komitmen global dan merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan negara Indonesia, yang antara lain diwujudkan melalui perbaikan status gizi dan kesehatan yang optimal melalui Surveilans Gizi.

 

Surveilans gizi sangat berguna untuk mendapatkan informasi keadaan gizi masyarakat dan factor determinan yang memepengaruhinya secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan, yang dapat digunakan untuk menetapkan kebijakan gizi dan merencanakan langkah-langkah strategis baik untuk pencegahan maupun penanggulangan masalah gizi.

 

"Kegiatan surveilans gizi saat ini dan kedepan akan diperkuat dengan system pencatatan dan pelaporan berbasis IT sehingga dapat membantu penanggung jawab program gizi baik di provinsi,  kabupaten, puskesmas bahkan kader posyandu merespon masalah gizi yang ada di daerahnya melalui intervensi yang tepat berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan dari surveilans gizi" imbuh Dirjen Kesmas dr. Kirana Pritasari, MQIH pada sambutan pertemuan Orientasi Surveilans Gizi melalui Pencatatan dan Pelaporan Gizi Masyarakat secara elektronik (e-PPGBM) di Bogor (2/8).

Selain itu juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara direktur gizi dengan dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) dan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor yang sebelumnya didahului penandatanganan MoU antara Dirjen Kesehatan Masyarakat dengan Rektor IPB di Kantor Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan salah satu jawaban terhadap intrvensi gizi secara terintegrasi.

 

Dengan kerjasama ini diharapkan IPB sebagai institusi pendidikan dengan tri dharma perguruan tingginya dapat membantu mengoptimalkan kegiatan mahasiswanya untuk pendampingan surveilans gizi di masyarakat, memberikan masukan terhadap program program food security dan memberdayakan masyarakat dalam hal pengolahan bahan pangan lokal yang bergizi. (bgs)