Dukung Penuh Ibu Bekerja dengan ASI Eksklusif

Dipublikasikan Pada : Selasa, 06 Agustus 2019, Dibaca : 53 Kali  

Jakarta - Indonesia mempunyai komitmen untuk melaksanakan "Deklarasi Innocenti" tahun 1990 yang menyatakan bahwa setiap negara diharuskan memberikan perlindungan dan dorongan kepada ibu agar berhasil memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Saat ini pemerintah telah mempunyai PP No. 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif. Keberadaan PP tersebut akan menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pemberian ASI secara ekslusif.

 

Keberhsilan seorang ibu khususnya ibu pekerja untuk menyusui diperlukan dukungan dari semua pihak, baik drai suami, keluraga, rekan kerja, lingkungan kerja, sistem pelayanan kesehatan, pemerintah dan regulasi. Kementerian Kesehatan berkomitmen memberikan pembinaan dan dorongan kepada ibu agar berhasil dalam IMD, memberikan ASI Eksklusif dan diteruskan sampai berumur 2 tahun.

 

Berdasarkan data dari Biro Kepegawaian Kemenkes tahun 2018 jumlah pegawai perempuan di Kemenkes pusat berjumlah 1389 dengan usia produktif diperkirakan sebanyak 695 orang. Samapai dengan Februari 2019 diketahui pegawai yang sedang hamil 61 orang, 95 orang pegawai aktif menggunakan ruang ASi untuk menyusui buah hatinya.

 

Sebagai bentuk penghargaan bagi pegawai di lingkungan kemenkes dalam mendukung keberhasilan ASI di tempat Kerja, diadakan Lomba Ibu Bekerja dengan ASI Ekslusif (5/8) yang pesertanya tidak hanya pegawai kemenkes tapi juga diikuti oleh pegawai dari kementerian dan lembaga lainnya.

 

"Mari dukung terus Ibu Pekerja untuk memberikan ASI di tempat kerja, dukungan itu sangat penting dalam mencapai keberhasilan menyusui ibunya" pesan Dirjen Kesmas ketika membuka lomba.