Pada Lomba ASI Ekslusif Dirjen Kesmas Ingatkan Lagi Tentang Visi dan Misi Indonesia

Dipublikasikan Pada : Selasa, 06 Agustus 2019, Dibaca : 398 Kali  

 

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr.Kirana Pritasari,MQIH ketika memberi sambutan pada Lomba Ibu dengan ASI Ekslusif

JAKARTA--Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dr.Kirana Pritasari, MQIH, saat memberikan sambutan pada acara Lomba ASI Ekslusif di aula Siwabessy, gedung Kemenkes RI, Jakarta, Senin (7/8/2019), mengingatkan kembali tentang isi pidato Presiden terpilih Joko Widodo dalam visi pembangunan Indonesia.

 

“Dalam pidato itu, secara jelas visi Indonesia lima tahun ke depan, di bagian pembangunan SDM program Kesmas menjadi fokus”, ujar Dirjen Kirana.

 

Disebutkan dalam pidato presiden itu, pembangunan SDM kita akan memberikan prioritas kepada sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu yang harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, jangan sampai ada kematian ibu, atau kematian bayi meningkat.

 

“Tugas besar kita ada di situ,” sebutnya lagi.

 

Untuk itu, lanjut Kirana, dalam menyikapi program-program Kesmas yang disebutkan oleh presiden pada pidatonya itu, terkait dengan ibu hamil, bayi sehat, dan kematian ibu serta stunting pada RPJMN 2020 akan jadi prioritas sasaran pokok program Kesmas.

Pemeriksaan fisik Balita dalam penilian peserta lomba Ibu dengan ASI Ekslusif

Sementara ini, Ibu bekerja umumnya mempunyai waktu yang terbatas untuk memberikan ASI secara langsung sehingga membutuhkan upaya lebih dalam memenuhi kebutuhan bayinya.  Pemberian ASI dilakukan dengan cara memerah ASI dan menyimpannya di tempat yang sesuai standar kesehatan perlu diperhatikan.

 

“Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan cakupan ASI ekslusif baru mencapai 37.3%,” ungkap Dirjen Kirana.

 

Salah satu faktor penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja adalah waktu kerja selama 8 jam menyebabkan ibu tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyusui anaknya. Keadaan ini menjadi masalah apabila tempat kerja tidak memberikan kesempatan untuk memerah ASI, tidak menyediakan ruang ASI dan kurangnya pembinaan pemberi kerja mengenai manajemen ASI.

 

dr.Anissa dari Poliklinik kemenkes ketika memeriksa peserta lomba Ibu Dengan ASI Ekslusif

Lebih jauh Ia paparkan, meski memiliki berbagai peran dan pilihan karir di dalam pekerjaan, perempuan tetap memiliki peran utama yang sangat penting dalam kesehatan keluarga.  Pekerja perempuan juga umumnya merupakan pendukung ekonomi keluarga sekaligus pengambil keputusan dalam keluarga.  Salah satu bentuk keputusannya dalam keluarga adalah penentuan menu, jenis dan jumlah makanan dalam keluarga yang akhirnya akan berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan anak.

 

Dalam pemberian makanan bayi pun, kata Kirana, harus sesuai dengan standar, dimulai dari pemberian IMD segera setelah lahir, ASI eksklusif sampai 6 bulan, pemberian MP-ASI mulai 6 bulan dan dilanjutkan menyusui sampai usia 24 bulan.

 

“Rangkaian itu merupakan salah satu upaya dalam menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang anak,” tandasnya.

Dirjen Kesmas diapit oleh Direktur Kes.Kerja & Olahrga dan Sesditjen Kesmas ketika melakukan sesi foto bersama dg Balita peserta lomba.

Selanjutnya ujar dr.Kirana, keluarga adalah inti dari masyarakat yang terdiri dari suami, istri dan anak. Keluarga yang baik diciptakan oleh kerja sama yang harmonis antara suami, istri dan anak serta anggota keluarga lainnya.

 

“Keluarga yang baik akan menentukan konstruksi bangunan di masyarakat,” tutur Dirjen Kirana.  

 

Sementara itu, Dirjen Kesmas, dr.Kirana Pritasari, menyebut penyelenggaraan Lomba Ibu dengan ASI Eksklusif di Kementerian Kesehatan itu sebagai bentuk penghargaan untuk para pegawai di kementerian dan lembaga

 

“Kementerian Kesehatan berkomitmen memberikan pembinaan dan dorongan kepada ibu agar berhasil dalam IMD, memberikan ASI eksklusif dan diteruskan sampai berumur 2 tahun,” pungkas Dirjen Kirana.

 

Sementara itu, penyelenggaraan lomba Ibu dengan ASI Ekslusif yang menajdi agenda tahunan Direktorat Kesehatan Kerja & Olahraga, pada tahun ini menjadi gelaran kelima yang diikuti oleh pegawai dan istri pegawai serta pramubakti di lingkungan kementerian dan lembaga yang memiliki anak berusia 6-24 bulan.

 

Penilaian lomba melalui dua tahap yaitu secara administrasi dan penilaian fisik pada ibu dan anak.Penilaian administrasi telah dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2019, sementara lomba dilaksanakan pada 5 Agustus 2019, dan pemenangnya akan diumumukan pada puncak acara  Pekan ASI Sedunia, Rabu (7/8/2019) di aula siwabessy, gedung Kemenkes RI, Jakarta. –(fey)-