Direktur Promkes Hadiri Pencanangan Crash program Campak, Bulan Vitamin A dan Pemberian Obat Cacing,

Dipublikasikan Pada : Minggu, 07 Agustus 2016, Dibaca : 1186 Kali  

BOLMON,--- Tahun 2016 ini, sebanyak 83 Kabupaten/Kota melaksanakan pemberian  kapsul vitamin A, obat cacing dan imunisasi campak secara bersamaan termasuk di Kabupaten Bolaanmangondow (Bolmon), Sulawesi Utara,  ujar Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ditjen Kesehatan Masyarakat, dr. HR Dedi Kuswenda, Mkes, ketika membacakan  sambutan Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K), pada acara Pencanangan Nasional "Crash Program" Campak yang diintegrasikan dengan bulan pemberian kapsul Vitamin A dan obat cacing di Kabupaten Bolaang Mangondow, Provinsi Sulawesi Utara, pada  Sabtu (6/8), siang kemarin.

Direktur Promkes & Pemberdayaan Masyarakat, dr Deddy, ketika memberikan kapsul vitamin-A pada pengunjung Balita di acara pencanangan tersebut

Kegiatan ini merupakan pemberian imunisasi campak tambahan kepada anak usia 9 sampai 59 bulan tanpa memperhatikan status imunisasi campak sebelumnya. Dengan demikian, diharapkan kekebalan masyarakat di daerah tersebut akan meningkat sehingga dapat menurunkan kejadian penyakit campak.

“Seluruh Kabupaten/Kota yang melaksanakan Crash Program Campak juga akan melaksanakan pemberian kapsul Vitamin A. Sedangkan di daerah yang tidak melaksanakan Crash Program Campak, hendaknya dilakukan integrasi antara pemberian Vitamin A dengan pemberian Obat Cacing”, ujar dr.Dedy.

Dijelaskannya, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak pada tahun 2020. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan status kekebalan pada kelompok rentan dan meningkatkan kekebalan masyarakat dengan melaksanakan Crash Program Campak di 183 kabupaten/kota di 28 provinsi yang merupakan daerah berisiko tinggi campak.

Slide4

Sementara itu, setiap bulan Februari dan Agustus disebut sebagai bulan pemberian kapsul Vitamin A, karena dua bulan itu dilakukan pemberian suplementasi Vitamin A pada anak dengan kelompok umur sembilan hingga 59 bulan di seluruh Indonesia, tanpa dipungut biaya. Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kecukupan asupan Vitamin A pada balita, yang saat ini cakupan pemberian Vitamin A secara nasional mencapai 80 persen.

Pemberian Vitamin A dilakukan sejak 1978 dengan tujuan mencegah anak dari kebutaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak dari penyakit. Asupan sumber Vitamin A pada anak-anak perlu ditambah dan dicukupi, karena asupan Vitamin A dari sayur-sayuran dan buah-buahan sehari-hari belum memadai.

Para ibu dengan Balitanya ketika yang turut menghadiri acara pencanaganan crahs program Campak, Bulan Vitamin A, dan Pemberian Obat Cacing di Provinsi Bolmon, Sulut

Kemudian lagi, pemberian Vitamin A juga perlu diiringi pemberian obat cacing agar penyerapan zat gizi pada balita sempurna dan dapat meningkatkan status gizi masyarakat, karena kecacingan pada anak akan menimbulkan masalah kesehatan berupa kekurangan gizi yang bisa berdampak pada kesakitan dan kematian pada balita.

Karena itu, penanggulangannya yaitu dengan pemberian obat cacing bagi balita, anak pra sekolah dan usia sekolah. Tahun 2015 lalu, sebanyak 18,1 juta anak telah mendapatkan obat cacing. Tahun 2016, pemberian obat cacing diberikan pada anak usia 12 sampai 59 bulan. Pemberian obat cacing dilakukan di 295 Kabupaten/Kota di 32 Provinsi kepada kelompok 12 bulan sampai dengan 59 bulan.

Berfoto bersama setelah acara pencanangan selesai berlangsung

Direktur Promkes datang pada pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Posyandu, Puskesmas Tungoi desa Kopandakan II Kecamatan Lolayan, Bolaangg Mangondow itu. didampingi oleh drg.Grace Lovita Tewu. Pada acara itu pula, hadir kepala Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Utara, dr. Jemmy Lumpus, serta jajaran Kesehatan kabupaten, para Camat, serta para ibu yang membawa anaknya untuk melaksanakan crash program campak. –(fey)-