Beri ASI Sampai 2 Tahun Bisa Bikin Anak Lebih Cerdas

Dipublikasikan Pada : Kamis, 11 Agustus 2016, Dibaca : 943 Kali  

Para ibu dan Balita pemenang lomba Ibu dan ASI Ekslusif tahun 2016

JAKARTA--Anak-anak yang mendapatkan ASI Eksklusif cenderung memiliki intelegensia yang lebih tinggi, lebih pinter dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Begitu juga dengan ibu yang memberikan ASI memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker payudara dan kanker rahim, ujar Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr.Anung Sugiantono, M.Kes, ketika membacakan sambutan Menteri Kesehatan pada acara puncak Pekan ASI Sedunia (PAS) tahun 2016 yang diselenggarakan di Aula Siwabessy, gedung kemenkes, Jakarta, pada Rabu (10/8) kemarin.

Di masa awal kehidupan seorang anak, kata dr.Anung, terdapat istilah periode 1000 hari pertama dalam kehidupan yang terdiri dari 270 periode hari didalam kandungan dan 730 hari periode setelah kelahiran. Ia tuturkan,  pada Periode 730 hari setelah kelahiran atau 2 tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan periode sensitif yang menentukan kualitas hidup di masa yang akan datang, dimana akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Pada periode ini pula, pemberian ASI menjadi salah satu fondasi utama seorang anak agar tumbuh menjadi manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan produktif.

“Gizi baik menjadi landasan bagi setiap individu untuk mencapai potensi maksimal yang dimilikinya. Gizi baik juga dapat memutus rantai kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi individu, keluarga, dan masyarakat”, tambah Dirjen Anung.

Dirjen Kesmas, dr.Anung Sugiantono, Mkes didampingi Direktur Gizi Masyarakat, Ir.Doddy Izwardy, MA ketika membuka acara puncak Pekan ASI Sedunia (PAS) tahun 2016 di Jakarta

Lebih jauh dalam sambutan itu, Dirjen Anung memaparkan juga tentang Data Global Nutrition Report 2016 yang menyimpulkan bahwa gizi baik merupakan sentral dari Pembangunan Berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan, kata dr.Anung,  berarti pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

“Dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI dalam hal pengaruhnya terhadap kesehatan dan peningkatan status gizi.”, ujarnya.

Pada acara itu turut hadiri pejabat deputi bidang Kesra BKKBN, pejabat di lingkungan Kemenkes, dan perwakilan Dinkes Provinsi seluruh Indonesia, serta para undangan lain.

Dirjen Kesmas ketika menyerahkan hadiah kepada pemenang pertama lomba Ibu dengan ASI Ekslusif

Pada kesempatan acara itu, dibacakan pula para pemenang lomba Ibu dengan ASI Ekslusif, masing-masing : Juara pertama, Nur-Khaerunisa (Dit-Kestrad), Juara Kedua, Sri Dewi Astuti (Biro Kepegawaian), Juara Ketiga, Novi Wilianti (Dit.Gizi Masyarakat), Juara Harapan Pertama, Nadia Hapsari (Biro Hukum & Organisasi), Juara Harapan Kedua, Awallokakita Mayangsari (Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat), dan Juara Harapan Ketiga, Diara Oktania (Dit Farmasi & Alkes).

Pada sesi terakhir di acara itu, diadakan kegiatan workshop dengan topik Peningkatan Kualitas Menyusui Menuju Pembangunan Berkelanjutan.-(fey)-