Penerapan K3 Perkantoran di Kementerian Lembaga

Dipublikasikan Pada : Senin, 12 Agustus 2019, Dibaca : 257 Kali  

Bekasi - Salah satu upaya Kementerian Kesehatan dalam mendukung program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang bertujuan agar pekerja berperilaku hidup sehat, sehingga diharapkan berdampak pada meningkatnya produktivitas adalah menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perkantoran. Penerapan K3 perkantoran sebagaimana diatur dalam Permenkes nomor 48 Tahun 2016 tentang Standar K3 Perkantoran, dilakukan melalui pembentukan dan pengembangan Sistem Manajemen K3 Perkantoran yang meliputi: dukungan kebijakan, perencanaan, pemantauan dan evaluasi program; Penerapan Standar K3 Perkantoran yang meliputi:  Keselamatan kerja,  kesehatan kerja,  kesehatan lingkungan kerja perkantoran dan ergonomi perkantoran.

 

Dalam mendukung penerapan K3 Perkantoran, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga menyelenggarakan Workshop penerapan K3 Perkantoran. Workshop yang dilakukan pada tanggal 8-9 Agustus 2019, di Hotel Horison Bekasi.  Wokshop dihadiri oleh perwakilan dari 34 kementerian, 27 lembaga struktural non pemerintah, Kantor Sekretariat Kabinet dan Kantor Staf Kepresidenan, Dinkes provinsi DKI Jakarta dan jajarannya, akademisi, dan jajaran Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga.

 

Workshop tersebut dibuka oleh Direktur Kesehatan Kerja, drg. Kartini Rustandi, M.Kes; Keynote Speech oleh Deputi Bidang SDM Aparatur yang diwakilkan oleh Sekretaris Deputi Bidang SDM Aparatur, Kementerian PAN dan RB, Ir. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc; dan beberapa pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi.

 

Dr. Kartni dalam sambutan pebukaan mengajak ASN di seluruh kementerian dan Lembaga untuk Penerapan K3 Perkantoran dalam menciptakan ASN yang sehat, bugar dan produktif” saya ingin mengajak kepada semua ASN untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan selamat di tempat kerja.”

 

Penerapan K3 Perkantoran dapat mewujudkan lingkungan kerja perkantoran sehat, sehingga secara otomatis dapat mewujudkan ASN sehat bugar dan produktif yang berdampak terhadap penurunan absensi, peningkatan produktifitas dan meningkatnya pendapatan. Dengan demikian peran ASN  sebagai pengerak pembangunan bangsa dapat berjalan secara optimal dalam menciptakan SDM yang mampu berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia Maju. (pwt)