Slogan Isi Piringku Dipekenalkan Di Banyuwangi

Dipublikasikan Pada : Selasa, 14 Agustus 2018, Dibaca : 162 Kali  

Dirjen Kesmas, dr.Pritasari didampingi Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, dan Direktur Kesehatan Keluarga, dr.Eni dan Direktur Kesjaor, dr.Kartini saat memperkenalkan slogan Isi Piringku di lapangan Taman Blambangan Banyuwangi.

Banyuwangi--Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dr.Kirana Pritasari pada sosialisasi GerakanMasyarakatHidupSehat (Germas) di lapangan Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Minggu (12/7/2018), selain melepas ratusan peserta Sepeda Nusantara juga turut diperkenalkan slogan “Isi Pirirngku” sebagai  pengganti ‘Empat sehat lima sempurna’.

 

“Selain aktivitas fisik, budaya hidup sehat dapat dilakukan melalui pola makan sesuai dengan acuan “piringmakanku” agar terpenuhikebutuhan gizis etiap harinya”, ujar dr. Kirana dihadapan warga dan para undangan lainnya yang memenuhi lapangan Blambangan untuk mengikuti senam bersama dan gowes Sepeda Nusantara.

 

Jika sebelumnya konsep4 Sehat 5 Sempurna menjadi acuan pola makan masyarakat Indonesia, maka pada Forum Pangan Asia Pasifik, Kementerian Kesehatan mulai memperkenalkan slogan 'Isi Piringku'.  Pada konsep 4 sehat 5 sempurna tidak membicarakan porsi, sehingga kini Indonesia dihadapkan dengan masalah obesitas disamping malnutrisi di beberapa daerah pelosok. Itu sebabnya, dalam slogan 'Isi Piringku' Kementerian Kesehatan menerapkan porsi bagi masing-masing bahan pangan.

 

Secara umum satu piring terbagi jadi dua, setengah dari komposisi ini terdiri dari sayur dan buah, setengah porsi lainnya lauk dimana dua per tiganya sumber karbohidrat.  Tak hanya membatasi porsi,  konsep 'Isi Piringku' juga menekankan pentingnya membatasi gula, garam dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Dalam sehari batas maksimal konsumsi gula adalah empat sendok makan, satu sendok teh untuk garam, dan dan lima sendok makan untuk minyak goreng.

 

Dirjen Kesmas, dr.Kirana Pritasari menunjukkan buku slogan Isi Piringku kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, pada acara sosialisai Germas di Banyuwangi.

Dalam setiap sajian, masyarakat juga sebaiknya memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak. Batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari adalah: Gula tidak lebih dari 50 gr (4 sendok makan); Garam tidak melebihi 2000 mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan mengingat rumusannya adalah G4 G1 L5.

 

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2. Di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami, sehingga sebenarnya tambahan gula tidak dibutuhkan lagi.

 

Sementara itu, sosialisasi Germas dan Sepeda Nusantara 2018 yang diselenggrakan di taman Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur  pada Minggu pagi itu merupakan kegiatan Germas serta komunitas Sepeda Nusantara.

 

Acara itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup melalui kegiatan sosialisasi Germas dan kegiatan Sepeda Nusantara 2018. Kurang lebih 600 orang hadir pada acara itu, selain komunitas sepeda juga Lansia, SBH dan para undangan lainnya. -(fey)-