Masih Ada Anak Usia Sekolah Yang Merasa Kesepian

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 18 Agustus 2017, Dibaca : 457 Kali  

JAKARTA - Berdasarkan berbagai hasil riset seperti Riskesdas Tahun 2013, SDKI 2012 dan GSHS 2015, situasi kesehatan anak usia sekolah masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Masih kurangnya kebiasaan sarapan, mengkonsumsi sayur dan buah buah, aktivtas  fisik yang masih rendah, jarang yang cuci tangan dengan sabun, malah ada konsumsi alkohol dan merokok. Ini yang dipaparkan Direktur Kesehatan Keluarga, Ditjen Kesmas, dr.Eni Gustina, MPH,  dihadapan para pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional tahun 2017, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, pada Rabu malam (6/8) lalu.

 

Direktur Kesga, dr.Eny Gustina, MPH ketika memaparkan hasil survey dihadapan pemenang Lomba Sekolah Sehat Tahun 2017 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu malam (16/8) lalu.

Selain masalah gizi dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), dr.Eni menyebut pula masalah mental dan emosional remaja usia sekolah (SMP-SMA) yang merasa kesepian, seperti merasa orang tua tidak mengerti akan dirinya tercatata 65.4%. Sementara hasil survey itu juga mencatat ada 46% remaja yang khawatir, atau cemas yang berlebihan sehingga menimbulkan perasaan keinginan bunuh diri.  Oleh karnanya, kata dr.Eny, Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi suatu kebutuhan.

 

Telah cukup tersedia dasar pelaksanaan UKS, yaitu Undang-undang No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dalam pasal 79, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 dan Peraturan Bersama 4 (empat) Menteri; Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama; Tahun 2014 tentang Pelaksanaan dan Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah yang menjadi dasar lintas kementerian dan SKPD dari berbagai daerah untuk melaksanakan kegiatan terkait kesehatan sekolah.

 

“Jika peraturan bersama tersebut dirasakan kurang cukup untuk memperkuat koordinasi lintas sektor bisa menggunakan Inpres No 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dimana mewajibkan 17 lintas sektor Kementerian untuk melakukan mengaktifkan upaya kesehatan di masyarakat termasuk di sekolah”, ujar dr.Eni.

 

Pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat yg berlangsung  di Hotel Kartika Chandra, Jakarta itu, bertujuan sebagai sarana pembinaan  untuk memotivasi pelaksanaan UKS yang dilakukan tim pembina UKS dan pelaksananya di sekolah. Sementara itu, pemenang lomba dibagi menjadi menjadi 2 kriteria, masing-masing ”Sekolah dg kinerja terbaik (Best-Performance)”, dan “Sekolah dengan Pencapaian Pretasi Terbaik (Best-Achievement)”.-(fey)-