Kematian Bayi Di Kabupaten Tangerang Menurun.

Dipublikasikan Pada : Senin, 26 September 2016, Dibaca : 1440 Kali  

Gambar : Bali tribunews.com

TANGERANG – Seperti diberitakan Media Online “Radar Banten”, hari ini Senin, (26/9), Angka kematian Ibu melahirkan dan kematian bayi di Kabupaten Tangerang diklaim menurun. Data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dari Januari sampai Agustus 2016, jumlah kematian ibu 47 kasus. Sementara kematian neonatal (kematian bayi 0-28 hari) 163 kasus. Jumlah tersebut lebih sedikit jika di -bandingkan tahun 2015 lalu. Tercatat, jumlah kematian ibu 52 kasus dan kematian neonatal 312 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Naniek Isnaeni Lestari mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan terobosan dan inovasi baru. Terobosannya untuk menekan angka kematian Ibu melahirkan dan anak baru lahir. Dijelaskannya, untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi. Dinkes telah menandatangani kesepakatan antara seluruh Direktur Rumah Sakit baik pemerintah maupun Swasta dan organisasi profesi. "Selain memberikan sosialisasi ke masyarakat kami juga sudah berkomitmen dengan para Direktur Rumah Sakit," paparnya. Dinkes tetap berkomitmen mensosialisasikan program Sijari Emas (Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and New Born Survival) ke setiap Puskemas yang tersebar di 29 Kecamatan. Sekda Kabupaten Tangerang Iskandar Mirsyad mengatakan, selain mensosialisasikan program-program yang sifatnya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dinkes juga harus mendatangi ke tiap puskesmas. Diharapkan pelayanan rujukan maternal dan neonatal dapat berjalan efektif dan efisien. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang Yuli Zaki Iskandar menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas peran dan bantuan teknis dari program Sijari Emas dalam Gerakan Penyelamatan Ibu melahirkan dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Tangerang.-(fey)-