Direktur Kesjaor : “Penduduk Indonesia Mulai Malas Bergerak”

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 07 Oktober 2016, Dibaca : 610 Kali  

malasih

JAKARTA---Penduduk Indonesia, terutama mereka yang tinggal di wilayah perkotaan mulai malas bergerak. Hal itu terlihat pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang menyebutkan 26,1 persen penduduk kurang melakukan aktivitas fisik.

"Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Tahu-tahu kita menjadi bangsa pesakitan karena penduduknya malas bergerak," kata Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan, dalam acara yang digelar bersama Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani), di Jakarta, Rabu (5/10).

Kecenderungan itu, lanjut Drg.Kartini, bisa disaksikan dari kebiasaan masyarakat yang mulai suka belanja produk, maupun makanan secara online. Termasuk berpergian dengan menggunakan ojek beraplikasi.

"Kalau dulu, mau makan harus mencari warung makan diluar. Kini bisa pesan secara online, makanan datang tanpa perlu keluar rumah. Begitupun pesan ojek. maunya di depan rumah. Duduk seharian di depan komputer," tuturnya.

Ia berharap kebiasaan yang tidak sehat itu mulai dikurangi. Misalkan, mulai masak sendiri dengan belanja bahan pangan di pasar, membersihkan rumah dan memilih naik tangga dibandingkan lift di kantor.

Ditambahkan, aktivitas fisik juga bermanfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh, mengendalikan stress, mengurangi kecemasan dan depresi. "Mereka yang sering melakukan aktivitas fisik, otot, tulang dan sendinya akan kuat dan fleksibel. Aktifitas fisik juga memberi manfaat dalama penurunan resiko tekanan darah tinggi," katanya menegaskan.

Aktivitas fisik dan olahraga yang dilakukan secara rutin, lanjut Kartini Rustandi, dapat menekan angka kesakitan penyakit tidak menular (PJM) seperti stroke, jantung, hipertensi, kolesterol dan diabetes. PTM kini tak lagi menyasar para manula tetapi usia produktif 25- 55 tahun. "Jika pada periode 1990, pola kematian akibat penyakit tidak menular sebanyak 37 persen, maka pada 2015 meningkat menjadi 57 persen. Untuk itu, lanjut dia, perlu dibangun gaya hidup sehat," ujar Kartini

Kemenkes, lanjunya lagi, telah meluncurkan sebuah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang bertujuan untuk membangun pola hidup sehat. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran pada setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. -(fey)-