Mengapa Kesjaor Menjadi sangat Penting

Dipublikasikan Pada : Senin, 09 Oktober 2017, Dibaca : 119 Kali  

Jakarata---Direktur Kesjaor drg. Kartini, M.Kes, pada kesempatan memberikan paparan dihadapan peserta Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Kebijakan Program Kesehatan Masyarakat Tahun Anggaran 2018, di Hotel Haris Bekasi, pada rabu (7/9), sore lalu,  menyampaikan bahwa program Kesehatran kerja dan Olahraga (Kesjaor) sangatlah penting.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesjaor), drg.Kartini, M.Kes, keika menyampaikan paparanya di hadapan para peserta Rakontek ta.2018di Hotel Haris Bekasi.

“Karena jika keluarag sehat, pekerjanya sehat juga, maka akan tercapailah keluarga bahagaia. Tapi sebaliknya, jika keluarga sakit , pekerja sehat, maka itu akan menjadi beban keluarag”,  tutur drg.Kartini.

 

Kartini tambahkan, jika keluarga sehat, pekerja sakit, maka itu akan menjadi  masalah keluarga. Dan satu lagi,  jika keluarga sakit, pekerja sakit, itu malah akan menjadi bencana keluarga.

 

“Untuk itu,  melalui program Kesjaor dibuat kebijakan untuk membangun masyarakat yang sehat bugar dan produktif dengan menitikberatkanupaya promotif dan preventif.”, tandasnya.

 

Lebih jauh ia paparkan, kebijakan lainnya yang dibuat adalah dengan memperkuat kemitraan dan pemberdayaan masyarakat. Penyelenggaraan program kesehatan kerja dan olahraga secara bertahap, terpadu dan berkesinambungan. Kemudian pengembangan program kesehatan kerja dan olahraga melibatkan LP/LS,dunia usaha, swasta dan masyarakat, serta penyelenggaraan program kesehatan kerja dan olahraga sesuai standar profesi,  standar pelayanan, dan SPO.

Nampak para peserta Rakontek TA.2018 yang berlangsung di Hotel Haris-Bekasi, tanggal 4-7 Oktiber 2017 lalu

Untuk pencapaian masyarakat sehat, bugar dan produktif, digunakan startegi  kemitraan dan pemberdayaan kesehatan pada kelompok pekerja berbasis masyarakat pekerja, juga advokasi dan sosialisasi kesehatan kerja dan olahraga. Hal lainnya adalah penguatan layanan, penguatan kebijakan dan manajemen,  dan penguatan sistem informasi kesehatan kerja dan olahraga.

 

Pada kesempatan itu juga, dihadapan peserta Rakontek yang berasala dari 34 Dinkes provinsi serta peserta dari pusat, drg.Kartini menyampaiakan pula kegiatan Direktorat Kesjaor tahun anggaran 2018.

Kegiatan pada tahun 2018 mendatang menjadi prioritas nasional, seperti kegiatan orientasi petugas Puskesmas, Penyediaan KIT Pos UKK, Peningkatan dan Perlindungan pekerja perempuan untuk Kespro , Pelatihan Diagnosis PAK, dan Surveilans Kesehatan Pekerja

 

Dan prioritas bidangnya meliputi fasilitasi pengukuran kebugaran , melakukan pertemuan koordinasi tingkat provinsi, pengadaan Kitt Kebugaran untuk Dinkes Kab/Kota/Puskesmas, serta Dukungan atas Desa Migran Produktif (Desmigratif) dan LTSP (Layanan Terpadu Satu Pintu)  untuk calok tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja Indonesia.

 

Sementara itu, Pagu anggaran Direktorat Kesjaor untuk tahun 2018 tersedeia sebesar Rp. 70,588,208,000, masing-masing untuk dana Dekon sebesar 46% dan dana di pusat sebesar 54%.

 

“Pada tahun anggaran mendatang, sudah kami siapakan dana anggaran untuk Dekon, masing-masing 64,8% untuk program prioritas nasional dan 35,2% untuk program prioitas bidang.” Ungkap drg. Kartini.-(fey)-