Dirjen Kesmas, Sebutkan 10 Prioritas Program Kesmas Pada Tahun Anggaran 2019

Dipublikasikan Pada : Kamis, 11 Oktober 2018, Dibaca : 58 Kali  

Dirjen Kesmas, dr.Kirana Pritasari, MQIH ketika memberi arahan pada pembukaan pertemuan Reviu Perencanaan Anggaran Tahun Anggaran 2019

JAKARTA--Kementerian Kesehatan dalam menerjemahkan 3 program dari agenda ke-5 Nawacita presiden yakni Indonesia Pintar, Indonesia Sehat dan Indonesia Kerja telah menetapkan rencana strategis 2015-2019, yang memiliki tujuan utamanya adalah meningkatkan status kesehatan masyarakat dengan fokus pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), bayi berat lahir rendah (BBLR) dan peningkatan rumah tangga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

 

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr.Kirana Pritasari,MQIH ketika memberi arahan pada pembukaan acara Pertemuan Reviu Perencanaan Anggaran Tahun Anggaran 2019, pada Rabu sore (10/10.2018) kemarin.

 

Selanjutnya, dalam arahannya itu, Dirjen Kesmas membeberkan 5 prioritas yang menjadi tanggungjawab Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, yakni Peningkatan Kesehatan Ibu, Anak, Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, juga penguatan Germas dan Pengendalian Penyakit, serta Percepatan Penurunan stunting.

Nampak hadir Kabag.Kepegawaian Setditjen Kesmas, .Drg.Eryta diantara para peserta pertemuan lainnya

Menyinggung soal anggaran tahun2018 yang sudah memasuki triwulan IV, Dirjen mengungkapkan tentang rendahnya angka capain sampai dengan 1 Oktober  2018.

 

“Realisasi pencapaian kita masih rendah yaitu sebesar 37,22 % dan apabila dilihat lebih lanjut lagi realisasi kantor pusat sebesar  34,97%, Dekonsentrasi sebesar 42,81% dan UPT sebesar 64,42%.”, ungkapnya.

 

Mengingat pendeknya waktu yang tersisa, kata Dirjen, maka kita perlu melakukan percepatan pelaksanaan anggaran.Tetapi, kata Dirjen lagi,  dalam percepatan  pelaksanaan anggaran itu kita harus tetap menggunakan prosedur yang semestinya.

 

Prosedur dan aturan yang dimaksud dalam proses pecepatan pelaksanaan anggaran, seperti dalam percepatan proses pengadaan barang dan jasa, harus tetap memperhatikan peraturan yang berlaku, dan juga tidak menunda-nunda pembayan kegiatan yg sudah dikerjakan.

Para peserta pertemuan dari provinsi, direktorat, UPT, dan pusat.

Pada kesempatan itu pula, Dirjen Kesmas menyebut 10 prioritas yg perlu mendapat perhatian dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kesehatan Masyarakat TA. 2019, seperti :

 

  1. Kegiatan diutamakan untuk mendukung pencapaian program prioritas nasional (PN) seperti penurunan AKI, AKB, stunting, pengendalian penyakit menular dan tidak menular
  2. Lakukan kegiatan yang dampaknya langsung dapat dirasakan masyarakat, terutama perhatikan arahan presiden tentang program Padat Karya
  3. Membuat skala prioritas rencana kegiatan dan anggaran. Lakukan penguatan pada kegiatan yang sudah lama berjalan, lakukan perubahan, inovasi untuk mencapai hasil yang berbeda.
  4. Sinergitas antar unit kerja (direktorat) dalam mendukung pencapaian prioritas nasional (PN)
  5. Sinkronisasi kegiatan pusat dan daerah dengan menggunakan seluruh sumber anggaran yang tersedia
  6. Perluas dan perkuat networking terutama dengan perguruan tinggi, organisasi masyarakat madani, organisasi keagamaan, filantropi, dll
  7. Pengadaan barang untuk masyarakat harus sesuai evidence base dan memperhatikan spesifikasi yang diperlukan di tingkat pelayanan serta harus mampu mendorong pencapaian target program prioritas
  8. Mencermati kembalikegiatan yang menggunakan biaya besar dan lakukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas kegiatan tersebut,  seperti Iklan Layanan Masyarakat, Penyediaan Makanan Tambahan
  9. Perkuat surveilans program kesehatan masyarakat
  10. Tingkatkan pemberdayaan masyarakat dalam rangka perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

 

Acara pertemuan yang diselenggarakan di Hotel Horison Bekasi, Jawa Barat itu, selain dihadiri para penanggungjawab Bidang Kesmas Dinas Kesehatan provinsi seIndonesia,  Direktorat dan UPT Ditjen Kesmas, juga nampak hadir pada acara pembukaan itu, Sesditjen Kesmas, dr.Kuwat Sri Hudoyo, MS  dan Direktur Kesehatan Keluarga, dr.Eni Gustina, serta para pejabat di lingkungan Ditjen Kesmas. –(Humas).