Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dari Desa Pinilih

Dipublikasikan Pada : Kamis, 26 Oktober 2017, Dibaca : 372 Kali  

Direktur Kesling, Kabiro Komyanmas, Kadinkes Sulut berdialog dengan masyarakat Desa Pinilih

MINAHASA UTARA - Berkunjung ke Desa Pinilih yang terletak di kecamatan Dimembe Minahasa Utara terasa sangat menyenangkan dengan hawa yang sejuk serta masyarakatnya yang ramah. Tapi sampai dengan tahun 2014, buang air besar sembarangan masih menjadi masalah di Desa tersebut.

 

Kepala desa Pinilih, Fedrik Longdong mengatakan bahwa pada tahun 2014 masih ada 58 kepala keluarga yang berperilaku buang air besar sembarangan, sedangkan pada tahun ini sudah tidak ada yang berperilaku seperti itu.

 

''Kebiasaan tidak sehat BAB sembarangan bisa menyebabkan penyakit Diare, Tifoid, dan gizi buruk'', ujar Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. Imran Agus Nurali, SpOK, kepada sejumlah media dalam kunjungannya ke Desa Pinilih (19/10).

 

Saat ini Kementerian Kesehatan terus mengkampanyekan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), yaitu: Stop Buang Air Besar; Sembarangan (Stop BABS); Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); Pengelolaan Air Minum-Makanan Rumah Tangga (PAMM RT); Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PS RT); Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC RT).

Tempat BAB sudah bersih dan sehat

''Diharapkan Desa Pinilih dapat mempertahankan perilaku sehat yang kini telah menjadi budaya, melaksanakan pilar STBM lainnya. Kalau lima pilar STBM berjalan, penyakit menular akan hilang. Tugas lainnya (bagi Desa Pinilih) semoga bisa menularkan kebiasaan baik dan sehat ini kepada desa tetangga'', imbuhnya.

 

Upaya yang dilakukan selama ini dengan terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui tokoh adat, agama hingga ke sekolah-sekolah, acara keagamaan, arisan warga tentang pentingnya perilaku tidak buang air besar sembarangan.

 

Masyarakat Desa Pinilih dengan kesadaran tinggi  untuk berperilaku hidup bersih dan sehat juga dipicu untuk merasa malu, jijik, takut, dan bahkan merasa berdosa jika masih buang air sembarangan, hingga akhirnya mendeklarasikan stop buang air besar sembarangan (ODF) pada tanggal 24 Maret 2017. (bgs)