Loading...

The 4th Conference on Traditional Medicine in ASEAN Countries


Konferensi ke-4 Pengobatan Tradisional Negara-Negara Asean dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia tanggal 26-28 November 2012. Kegiatan konferensi dirangkaikan dengan kegiatan the 3rd  Asean Task Force on Traditional Medicine (ATFTM) Meeting  tanggal 29 November. Selain itu, kegiatan konferensi didahului dengan  Workshop  on Policy of Traditional Medicine in Malaysia in Public Health Care yang merupakan inisiatif Malaysia bekerjasama dengan WHO WPRO.

Konferensi ke-4 Pengobatan Tradisional bertemakan  “Towards Harmonisation of Traditional Medicine Practises”. Tujuan konferensi adalah untuk mengembangkan platform ASEAN untuk saling bertukar pandangan, mengembangkan model integrasi TM/CAM (Traditional Medicine/Complementary Alternative Medicine) ke dalam sistem pelayanan kesehatan, melaporkan perkembangan status standarisasi dan regulasi pelayanan TM/CAM di 10 negara anggota ASEAN, dan meningkatkan pemanfaatan Global Information Hub On Integrated Medicine (GlobinMEd). Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala B2P2TOOT Tawangmangu dengan beranggotakan Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Direktur Bina Yankes Tradkom, Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Litbangkes, Kasubdit Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian, anggota Komnas Jamu, ahli TM/CAM Farmasi UI dan Pusat Kerjasama Luar Negeri Kemenkes.

Konferensi dibuka oleh Menteri Kesehatan Malaysia YB Dato’Sri Liaw Tiong Lai. Beliau menekankan pentingnya memastikan keamanan, kemanfaatan dan kualitas TM/CAM untuk proses integrasi ke dalam sistem pelayanan kesehatan. Masing-masing negara Asean memiliki kekayaan TM/CAM yang diharapkan turut menciptakan kawasan Asean yang mengintegrasikan TM/CAM ke dalam pelayanan kesehatan. Hal ini juga ditegaskan oleh Asean Secretariat yang diwakili oleh Ms Jintana Sriwongsa, bahwa pentingnya koordinasi antara Pilar Ekonomi, Sosial budaya Asean dalam meningkatkan keamanan, kemanfaatan dan kualitas TM/CAM terutama standar untuk produk obat tradisional.

Dari paparan Country Report diketahui bahwa sebagian besar negara anggota Asean masih dalam proses integrasi TM/CAM ke dalam sistem pelayanan kesehatan. TM/CAM berfungsi sebagai pelengkap/pendukung atau alternatif pengobatan modren. Baru Vietnam yang telah mengintegrasikan Tm/CAM ke dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, kurikulum pendidikan serta penelitian dan pengembangan.

Hambatan dalam proses integrasi disebabkan karena TM/CAM belum sepenuhnya diterima/diakui oleh dokter karena masih sangat terbatasnya dukungan penelitian berbasis bukti. Untuk itu, semua negara anggota Asean bersepakat untuk menjamin keamanan, kemanfaatan dan kualitas TM/CAM untuk mendukung integrasi TM/CAM kedalam sistem pelayanan kesehatan.

Pada agenda penyampaian Concept Paper, Indonesia menyampaikan proposal Research Common Guideline on Traditional Medicine (Herbal Medicine & Manipulative Therapy). Proposal tersebut mendapat banyak perhatian dan apresiasi dan disepakati bahwa pedoman umum penelitian tersebut sangat penting, mendasar dan harus ada sebagai standar litbang di bidang pengobatan tradisional di Asean. Focal Point ATFTM ( Asean Task Force on Traditional Medicine/CAM) memberikan masukan untuk guideline yaitu:

  1. Penjelasan latar belakang dan tujuan/manfaat penyusunan panduan dengan penekanan pada ke-khas-an TM/CAM sebagai warisan budaya di ASEAN dibandingkan western medicine.
  2. Tidak diarahkan kepada unsur ekonomi atau produk
  3. Memuat kelebihan dan keterbatasan serta tantangan
  4. Memuat langkah-langkah advokasi/promosi kepada stakeholders
  5. Merujuk panduan WHO dan mempersempit gap
  6. Melibatkan working group terkait di Pilar Komunitas Ekonomi Asean
  7. Pedoman dibuat dalam bentuk volume atau edisi-edisi
  8. Melibatkan pakar/ahli

Badan Litbangkes dan BPOM akan menginisiasi rapat inter Kementerian untuk membahas draft guideline tersebut.

The 4th Conference on Traditinal Medicine in Asean Countries menghasilkan Kuala Lumpur  Declaration yang merekomendasikan negara ASEAN untuk :

  1. Memformulasikan dan memfasilitasi model integrasi TM/CAM terkait pendidikan dan pelatihan, standarisasi upaya pengobatan tradisional dan penelitian
  2. Memperkuat pertukaran informasi mengenai keamanan, kemanfaatan dan kualitas TM/CAM
  3. Memperkuat pemanfaatan TM/CAM pada pelayanan kesehatan dasar
  4. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan dalam TM/CAM
  5. Meningkatkan kemampuan dalam melakukan penelitian

Disamping agenda konferensi, dilaksanakan juga  the 3rd ATFTM Meeting yang merupakan rapat rutin tahunan Focal Point ATFTM untuk mengevaluasi burning issues yang akan dibahas pada tahun berikutnya. Indonesia menyampaikan inisiatif mengenai Health Tourism sebagai salah satu global burning issue untuk mempromosikan TM/CAM di dunia karena TM/CAM Asean merupakan asset yang unik dan sangat menjanjikan untuk diusung sebagai unggulan Asean.

Pada kegiatan Workshop in  Standardization of Clinical Practice for Tradisional and Complementary Medicine in Malaysia and Asean Countries, delegasi  Indonesia yang beranggotakan Ketua Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Medik Akupunktur dan peneliti dari B2P2TOOT, diposisikan  sebagai narasumber. Hasil dari workshop tersebut adalah pengaturan standarisasi terkait pengobatan yang meliputi Incorporation of TM in PHC, safety and quality of TM evidence based approach, safety and quality of TM education and training dan strengthen cooperationa between TM and allophatic practitioners with patiens.

Untuk menindaklanjuti hasil Conference dan ATFTM Meeting serta menyusun rencana kegiatan tahun 2013, unit terkait di Kemkes dan BPOM mulai mengidentifikasi dan melakukan persiapan mengenai:

  1. Research Common Guideline on Traditional Medicine
  2. Studi dalam pengobatan alternatif dan komplementer dalam rangka standarisasi pelayanan TM/CAM termasuk kepentingan Indonesia untuk mensosialisasikan Pijat Indonesia secara luas di ASEAN
  3. Pengembangan model pemanfaatan jamu dipelayanan kesehatan dasar
  4. Pengembangan model Asean Traditional Camp
  5. Mempersiapkan tim gabungan (pemerintah dan ahli TM/CAM) Indonesia untuk menyaring informasi yang akan disampaikan ke Globinmed.

The 5th conference dan the 4th ATFTM Meeting akan diselenggarakan pada Oktober 2013 di Myanmar. Konferensi akan mengangkat salah satu kegiatan utama Myanmar yaitu pelaksanaan program traditional medicine box dengan sumber dana Nippon Foundation.