Loading...

Pertemuan Nasional Integrasi Gizi dan Kesehatan Anak Dalam Rangka Akselerasi Pencapaian MDG 1 dan 4


Waktu yang tersisa dalam pencapaian target MDG tinggal 2 tahun lagi. Diharapkan AKB dan AKABA di Indonesia mencapai 23/1000 Kelahiran Hidup (KH) dan 32/1000 KH. Dari hasil sementara SDKI 2012, AKN, AKB dan AKABA adalah 19/1000 KH, 32/1000 KH dan 40/1000 KH, tanpa upaya yang keras dan fokus intervensi yang tepat dikhawatirkan target MGD 4 tidak tercapai.

Penyebab utama kematian pada bayi dan balita terutama masalah neonatal (prematuritas, asfiksia, BBLR, infeksi), penyakit infeksi (Diare, Pneumonia, Malaria, Campak) dan masalah gizi (kurang dan buruk). Gizi kurang dan terutama gizi buruk memiliki kontribusi terhadap 30% kematian pada balita. Secara nasional prevalensi balita “gizi buruk dan kurang” menurun sebanyak 0,5 persen yaitu dari 18,4 persen pada tahun 2007 menjadi 17,9 persen pada tahun 2010. Demikian pula halnya dengan prevalensi balita pendek yang menurun sebanyak 1,2 persen yaitu dari 36,8 persen pada tahun 2007 menjadi 35,6 persen pada tahun 2010.

Upaya pencapaian MDG 1 dan 4 dapat terlaksana apabila ada koordinasi yang kuat antara Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota serta jajarannya, dengan rumah sakit, organisasi profesi, institusi

pendidikan, serta lintas sektor terkait untuk bersinergi sebagai satu kesatuan dalam melakukan intervensi terpilih dan fokus terhadap percapaian MGD 1 dan 4. Didasari hal tersebut maka pada tanggal 21-24 Februari 2013, dengan mengundang Dinas Kesehatan Provinsi, 33 Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit Kabupaten/Kota terpilih, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Pertemuan Nasional Integrasi Gizi dan Kesehatan Anak dalam Rangka Akselerasi Pencapaian MDG 1 dan 4.

Pertemuan dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, Dr. dr. Slamet Riyadi Yuwono, DTM&H, MARS. Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dipaparkan data-data terkini terkait kesehatan anak dan gizi, Strategi dan Upaya Intervensi Khusus dalam Akselerasi pencapaian MDG 1 dan 4, peran lintas program serta lintas sektor dalam pencapaian MDG 1 dan 4, serta pengalaman kabupaten/kota dalam pelaksanaan program kesehatan anak dan gizi. Kemudian masing-masing provinsi menentukan kab/kota daerah intervensi, dan pemecahan masalah untuk akselerasi pencapaian MDG 1 dan 4 setelah terlebih dahulu melakukan analisis masalah terkait capaian indikator, sumber daya, dan masalah kesehatan di provinsi masing-masing.