Loading...

"Gizi Seimbang, Investasi Bangsa"


Pentingnya gizi dalam kehidupan bangsa Indonesia sudah diungkapkan oleh Bapak Gizi Indonesia Prof. Poerwo Soedarmo pada awal kemerdekaan RI, beliau juga yang menggagaskan Hari Gizi Nasional sebagai awal gerakan pendidikan gizi kepada masyarakat. Akhirnya disepakatilah bahwa setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Tahun 2011, Peringatan Hari Gizi Nasional mengusung tema “Gizi Seimbang, Investasi Bangsa: dengan maksud mengajak dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerapan prinsip Gizi Seimbang untuk meningkatkan kualitas SDM sebagai investasi pembangunan bangsa. Kegiatan yang berpusat di gedung Kemenkes RI Jakarta diawali dengan nyanyian jingle taburia oleh anak-anak karyawan/karyawati Direktorat Bina Gizi dan dilanjutkan dengan tarian saman yang dipersembahkan oleh mahasiswi Poltekes Gizi. Acara yang dibuka Menteri Kesehatan RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, turut dihadiri oleh wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof.Dr.Fasli Jalal, Wakil Menteri Pertanian Dr.Ir.Bayu Krisnamurthi, MS, wakil Menteri Perindustrian, Dr.Ir.Alex SW Retraubun, MSc, wakil Menteri Negara PPN/Bappenas Dr.Ir.Lukita Dinarsyah Tuwo, MA, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. Ayip Muflich, SH,MSc dan Executive Director GAIN serta undangan lainnya. Masalah gizi di Indonesia masih dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat, padahal masalah ini bukan hanya milik kesehatan saja melainkan seluruh institusi, baik pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan sumberdaya manusia. Menteri Kesehatan pada kesempatan ini menyampaikan bahwa fenomena gizi lebih merupakan ancaman yang serius karena terjadi di berbagai strata ekonomi, pendidikan, desa-kota dan lain sebagainya. Hal ini diketahui berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2010, dimana 14% balita termasuk dalam gizi lebih yang besarannya hampir sama dengan balita gizi kurus. Menurut beliau ini adalah tantangan masalah gizi ke depan, karena Indonesia masih akan menghadapi masalah gizi kurang terutama yang kronis dan kut pada beberapa kelompok masyarakat. Sementara di sisi lain juga masih harus memerangi masalah gizi lebih yang merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit degeneratif. Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional, juga diluncurkan produk anak bangsa mulai dari Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi tahun 2011 – 2015, Buku Panduan Kader Posyandu, Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak, Buku “Sehat dan Bugar Berkat Gizi Seimbang”, Buku Penuntun Konseling Gizi, Kegiatan Rintisan Fortifikasi Vit.A dalam minyak goreng dan penggunaan Taburia (multivitamin yang ditaburkan dalam makanan anak).(Id-Setditjen)