Loading...

Pedoman Teknis Penelitian Pelayanan Kesehatan Tradisional


Latar Belakang

Pelayanan kesehatan  tradisional telah dimanfaatkan sejak dahulu dan sampai kini masih diakui keberadaannya di masyarakat serta masih diperlukan dukungannya dalam mengatasi masalah kesehatan. Oleh karena itu pelayanan kesehatan tradisional perlu terus dibina,  dikembangkan, dan diarahkan agar menjadi pelayanan kesehatan yang dapat dipertanggung jawabkan keamanan dan manfaatnya sehingga tidak merugikan masyarakat dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.

Dalam Undang-Undang No 36 tahun 2009  tentang Kesehatan dinyatakan bahwa pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dimana berdasarkan cara pengobatannya, pelayanan kesehatan tradisional terbagi menjadi 2 (dua), yaitu ketrampilan dan ramuan. Masing-masing memilikimetoda, praktek pelayanan dengan falsafah ilmu yang berbeda. Ada yang rasional sehingga mudah dipahami dan dipelajari, namunada pula yng tidak rasional sehingga untuk dipahami dan dipelajari. Ramuna yng digunakan oleh Pengobat Tradisional (Battra) ramuan hampir keseluruhannya terdiri dari atas lebih dari 1 (satu) jenis tanaman obat. Pengembangan pelayanan kesehatan tradisional ramuan sarat dengan niansa pembinaan berbasis pada studi epdemiologik,mulai dari observasi. Seentara itu rancana pengembangan obat bahan bahan alam di Badan POM, mengarah pada pengembangan produk yang terdiri atas 1 jenis tanaman obat, melalui pendekatan pengembangan obat pada umumnya yang berbasis pada uji klinik.Dalam hal istilahpun, terdapat banyak penggunaan nama-nama sepertiobat bahan alam, obat asli Indonesia, obat tradisional, biofarmaka, jamu, ramuan,yang semuanya menunjukkan satu arti yanitu ramuan tanaman berkhasiat obat baik empirik maupun ilmiah, telah beredar dan digunakan oleh masyarakat, baik diproduksi oleh industri (obat tradisional pabrikan) maupun dibuat sendiri oleh pengobat tradisional ataupun dalam rumah tangga.

Perkembangan di bidang informasi dewasa ini tealah mempermudah akses masyarakat terhadap informasi teantang pelayanan kesehatantradisional. Banyaknya penelitian pengembangan yang dilakukan di bidang ini terutama tanaman obat dan obat tradisional, akan menyebabkan terjadinya pergseran pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional di tanah air kita. Pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional yang semula hanya dimanfaatkan oleh masyarakat di pedesaan dan kalangan menengah kebawah untuk pertolongan pertama mengatasi gejalapenyakit trivial dan self limiting diseases , kini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas untuk mengatsi penyakit degeneratif, genetik dan lain-lain.

Perkembangan pelayanan kesehatan tradisional saat ini tidak hanya berupa ramuan/obat tetapi saat ini banyak masuk metoda-metoda ataupun alat-alat kesehatan tradisional yang berasal dari luar dan banyak dimanfaatkan oleh Masyarakat.Dengan semakin berkembangnya pelayanan kesehatan tradisional di Indonesia, maka perlu dilkaukan penataan secara menyeluruh dan bertahap, sehingga diperoleh pelayanan kesehatan tradisional yang aman digunakan, bermutu, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengantelah terbentuknya Sentra Pengembangan dan Penerapan Pelayanan kesehatan tradisional (Sentra P3T) yang fungsinya antara lain melakukan penapisan melalui pengkajian/penelitian/pengujian untuk membuktikan keamanan dan khsiatnya serta kemungkinan dapat diintegrasikan dalam fasilitas kesehatan formal, seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan lain-lain.

Dengan adanya Sentra P3T diharapkan dapat menggali potensi pelayanan kesehatan tradisional yang merupakan kearifan lokal di masing-masing daerah, baik berupa ramuan tanaman yang berkhasiat sebagai obat ataupun metode-metode tertentu yang sudah dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun, sehingga oleh Sentra P3T dapat diwujudkan pelayanan kesehatan tradisional yang aman bermanfaat secara ilmiah. Sentra P3T juga diharapkan melakukan  pengkajian / penelitian / pengujian terhadap pelayanan kesehatan yang sedang buming dimanfaatkan oleh masyarakat yang belum diketahui secara pasti akan manfaat dan keamanannya.

Untuk melaksanakan Penapisan melalui pengkajian/penelllitian/pengujian terhadap metode, alat, bahan/ramuan/obat tradisional perlu adanya buku petunjuk teknis penelitian pelayanan kesehatan tradisional, sebagai acuan Sentra P3T dalam melaksanakan fungsinya tersebut.

Tujuan

Tujuan umum :

penyusunan panduan ini adalah terlaksananya suatu pembuktian keamanan dan manfaat bahan/ramuan/obat, alat dan metode pelayanan kesehatan tradisional sesuai persyaratan atau kaidah penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan.

Tujuan Khusus :

  • Terlaksananya suatu pembuktian keamanan dan kemanfaatan cara-cara pelayanan kesehatan tradisional ketrampilan melalui penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan persyaratan teknis dan etis.
  • Terlaksananya suatu pembuktian keamanan dan kemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional ramuan melalui penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan persyaratan teknis dan etis.
  • Terlaksananya suatu pembuktian keamanan dan kemanfaatan spenelitian yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai  dengan persyaratan teknis dan etis.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari Panduan Teknis Penelitian Pelayanan Kesehatan Tradisional bagi Sentra Pengembangan dan Penerapan Pelayanan kesehatan tradisional (Sentra P3T) adalah Bahan/ramuan/obat tradisional, alat dan metode pelayanan kesehatan tradisional, yang telah diterapkan oleh masyarakat yang merupakan kearifan lokal ataupun yang sedang bumming di masyarakat.

TUGAS DAN FUNGSI SENTRA P3T DALAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

Tugas dan Fungsi Sentra P3T

Sentra Pengembangan dan Penerapan Pelayanan Kesehatan Tradisional (Sentra P3T) adalah wadah para fugsional yang berkedudukan di Provinsi yang mempunyai  untuk melakukan penapisan melalui pengkajian/penelitian/pengujian, pendidikan/pelatihan dan pelayanan kesehatan tradisional yang berbasis penelitian serta koordinator jaringan informasi dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional di wilayah provinsi.

Tugas dan Fungsi Sentra P3T

  • Melakukan penapisan melalui pengkajian/penelitian/pengujian terhadap metode , bahan/ramuan/obat, metode dan alat kesehatan tradisional  yang dimanfaatkan oleh masyarakat.
  • Menyelenggarakan pendidikan pelatihan petugas kesehatan tentang pelayanan kesehatan tradisional yang telah terbukti aman dan bermanfaat bagi kesehatan berdasarkan pengkajian/penelitian/pengujian.
  • Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional dalam rangka mendukung penelitian.
  • Memantau, menilai, mengawasi, mengendalikan secara intern dan mengevaluasi hasil kegiatan seluruh sentra P3T dan Unit Teknisnya.
  • Melaporkan hasil kegiatan Sentra P3T secara berkala kepada Tim Pengendali  P3T dan Kelompok Kerja Nasinal Pelayan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer (POKJANAS Yankestradkom)
  • Mengembangkan peran sebagai Koordinator Jaringan Informasi dan Dokumentasi (JID) pelayanan kesehatan tradisional di provinsi sekaligus sebagai bagian JID Yankestrad.
  • Melakukan kegiatan advokasi/sosialisasi pelayanan kesehatan tradisional yang aman dan bermanfaat dari hasil pengkajian/penelitian/pengujian.

MEKANISME KERJA SENTRA P3T

Diatur dalam Panduan Kerja Sentra P3T

MEKANISME PENGUSULAN REKOMENDASI

Langkah  I :

  • Sentra P3T menentukan prioritas metode, alat dan obat tradisional yang akan dikaji, diteliti, diuji berdasarkan inventarisasi hasil penelitian dari setiap kabupaten/kota dengan memperhatikan kebutuhan daerah. Hasil inventarisasi tersebut mencakup jumlah, jenis, nama dan alamat yang dikumpulkan di Dinas Kesehatan Provinsi.
  • Inventarisasi hasil penelitian dapat merujuk dari survei ethnomedicine, riset nasional, hasil penelitian pra klinik di perguruan tinggi, Badan Litbangkes dan institusi penelitian lainnya.Sentra P3T melakukan studi lapangan  tentang metode, obat tradisional dan alat kesehatan tradisional yang akan dikaji, diteliti, diuji berdasarkan persetujuan Tim Pengendali P3Tdan Pokjanas Yankestradkom.
  • Outline studi lapangan dilengkapi menjadi proposal meliputi judul, latar belakang, tujuan, metodologi dan perkiraan biaya serta biodata.

Langkah II :

Melakukan penelusuran jenis pelayanan kesehatan tradisional termasuk prioritas untuk mendapatkan data lebih rinci, yaitu dengan berpedoman pada format kuesioner (terlampir). Kuesioner dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

Langkah III :

Melakukan scoring meliputi faktor pemanfaatan, faktor sistem/cara/ilmu pelayanan kesehatan tradisional dan faktor pengembangan (scoring terlampir).

Langkah IV :

    • Tim Peneliti Sentra P3T dibawah koordinator Ketua sentra P3T menyusun proposal penelitian secara lengkap sesuai dengan kaidah penyusunan proposal penelitian yang baku, dan kemudian diusulkan ke Tim  Pengendali P3T untuk mendapatkan persetujuan.
    • Melakukan seminar proposal penelitian lengkap dan proposal uji klinis di depan Tim Pembahas Penelitian yang terdiri dari pakar terkait. untuk mendapat masukan dan penyempurnaan.Melakukan  uji klinis berdasarkan scoring tertinggi.
Uji klinis harus melalui kajian etik untuk mendapatkan “Ethical Clearence“ dari Komisi Etik dan dilakukan oleh tim yang ahli di bidangnya dengan menggunakan protokol penelitian yang disusun sebelum penelitian dilaksanakan. (Idward, Tradkom.com)