Loading...

Pertemuan Kajian Efektivitas Rumah Tunggu Kelahiran


[caption id="attachment_8402" align="alignleft" width="300"]Pertemuan Persiapan Kajian Rumah Tunggu Kelahiran Pertemuan Persiapan Kajian Rumah Tunggu Kelahiran[/caption] Pada tanggal 15 Agustus 2013, Direktorat Bina Kesehatan Ibu menyelenggarakan Pertemuan Pesiapan Kajian Efektivitas Rumah Tunggu Kelahiran di Hotel Puri Denpasar Jakarta. Hadir dari lintas program di Kementerian Kesehatan, perwakilan lembaga donor dan tim pengkaji/konsultan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Dalam sambutan dan arahannya, Direktur Bina Kesehatan Ibu dr. Gita Maya Koemara Sakti, MHA menekankan bahwa esensi dari Rumah Tunggu Kelahiran adalah mendekatkan akses. Sedangkan kunci Rumah Tunggu Kelahiran adalah adanya keinginan dari masyarakat itu sendiri untuk memanfaatkan Rumah Tunggu Kelahiran seperti halnya Posyandu. Dengan adanya minat dari masyarakat sendiri maka fasilitas yang ada akan bisa berkesinambungan. Hal yang tak kalah penting, lanjut Direktur, adalah dukungan dari tokoh masyarakat dan Dinas Kesehatan Kabupaten untuk menyiapkan tenaga kesehatan yang terjadwal untuk melakukan pelayanan di Rumah Tunggu Kelahiran. Dalam pertemuan ini mengemuka kesepakatan untuk mengkaji efektivitas Rumah Tunggu Kelahiran dalam mendorong pencapaian MDGs, serta keberadaan Rumah Tunggu Kelahiran dikaitkan dengan P4K dan sistem lain, antara lain Audit Maternal Perinatal. Apabila hasil Audit Maternal Perinatal muncul kendala akses maka pembentukan Rumah Tunggu Kelahiran dapat menjadi salah satu solusi. Rumah Tunggu Kelahiran juga terkait dengan sistem rujukan serta promosi kesehatan. Petugas Promosi Kesehatan diharapkan peranannya dalam mempromosikan kepada masyarakat maupun pihak lain untuk memaksimalkan fungsi Rumah Tunggu Kelahiran Kajian Rumah Tunggu Kelahiran akan dilakukan di 5 provinsi, yaitu Jambi, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, uji coba akan dilaksanakan di Provinsi Banten. (wisnu, dit binkes ibu)