Loading...

SISI LAIN CHARACTER BUILDING


[caption id="attachment_8480" align="alignleft" width="270"]outbon22 Peningkatan SDM Tradkom[/caption] Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mengatakan bahwa dari 4,7 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebanyak 95% PNS tidak kompeten, dan hanya 5% memiliki kompetensi dalam pekerjaannya (Harian Umum Pikiran Rakyat, Kamis 1 Maret 2012).

Pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bagi kalangan PNS merupakan salah satu bahan intropeksi diri untuk memperbaiki dan meningkatkan kompetensi, karena PNS berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan, dan pembangunan.

Sudah berbagai program dan kegiatan yang diupayakan oleh Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi PNS, seperti melakukan reformasi birokrasi, Diklat dalam jabatan, Diklat fungsional, Diklat teknis, workshop, seminar dan kegiatan ilmiah lainnya. Hal ini turut dilakukan oleh Dit.Bina Yankes Tradkom  yang juga telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan keilmuan stafnya. Diantaranya dengan mengirim pegawainya untuk menuntut ilmu sampai ke negeri China, India bahkan sampai ke Jerman dan juga melalui kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan setiap tahunnya.

Keberadaan PNS di era reformasi dan penyelengaraan otonomi daerah sekarang ini memiliki posisi yang sangat strategis, karena lancar tidaknya, baik buruknya penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sangat tergantung kepada kompetensi yang dimiliki dan dikuasai oleh PNS. Kompetensi PNS ini berkaitan dengan kemampuan berupa pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap dan perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas pokok, fungsi kewenangan dan tanggungjawab yang diamanatkan kepadanya.

Dari kegiatan peningkatan kapasitas (Character Building) yang dilaksanakan oleh Dit.Bina Yankes Tradkom diharapkan terjadi perubahan pola pikir PNS dari ingin dilayani menjadi pelayan (pamong) yang menyenangkan masyarakat. Dari pola budaya santai, malas-malasan dan tidak berdisiplin, menjadi pola budaya kerja keras, bersemangat, inovatif, kreatif dan berdisiplin. Dari system tatakelola (manajemen) pemerintahan yang birokratik ke system pemerintahan bercorak bisnis/wirausaha.