Loading...

Seminar Nasional Pangan dan Gizi Tahun 2013


IMG_2747-OptimizedBertempat di Balai Kartini, Jakarta, 25 Juni 2013, Menteri Kesehatan RI memberikan arahan dan sekaligus membuka seminar nasional pangan dan gizi tahun 2013. Acara ini diprakarsai oleh organisasi profesi di bidang gizi dengan pembicara pakar gizi internasional dan nasional serta dihadiri lebih dari 1000 peserta terdiri dari perwakilan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan masyarakat. Pada kesempatan tersebut Menteri Kesehatan menyampaikan keynote speech tentang “Arah Kebijakan Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Indonesia”. Menurut Menteri Kesehatan, Penyakit Tidak Menular di Indonesia telah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan harus mendapat perhatian serius. Dampaknya tidak saja kepada kesakitan, kecacatan dan kematian, tetapi berpengaruh terhadap ekonomi baik secara individu, keluarga dan nasional. Lebih lanjut Menteri Kesehatan mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen kematian pada kelompok usia dewasa disebabkan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes melitus serta penyakit saluran pernafasan. Oleh karena itu Menteri Kesehatan mengharapkan kegiatan seminar tersebut benar-benar dapat memberikan kontribusi yang konstruktif terhadap pencegahan penyakit tidak menular. Untuk mencegah penyakit tidak menular Menteri Kesehatan mengajak peserta dan masyarakat Indonesia untuk menerapkan gizi seimbang antara lain dengan meningkatkan konsumsi sayur dan buah serta mengurangi lemak/minyak dan membatasi gula dan garam. Selain itu juga dengan cara melakukan aktivitas fisik dan mengontrol berat badan secara teratur. Upaya pencegahan ini harus dilakukan lebih dini, yaitu dengan memberikan gizi yang baik bagi anak sejak janin dalam kandungan. Pencegahan penyakit tidak menular sejak dini menjadi perhatian Menteri Kesehatan, karena anak-anak yang dilahirkan dengan gangguan pertumbuhan  mempunyai risiko lebih besar mengalami gangguan metabolik terutama lemak, protein dan karbohidrat yang akan meningkatkan risiko menderita penyakit tidak menular di usia dewasa. Sementara itu anak-anak yang dilahirkan dalam keadaan normal dan tumbuh baik pada waktu anak-anak, tetapi karena faktor gaya hidup yang tidak sehat seperti makan tidak seimbang, aktivitas fisik rendah maka juga berisiko menimbulkan penyakit tidak menular. Terkait dengan upaya pencegahan penyakit tidak menular, Kementerian Kesehatan telah menyusun Rencana Strategis Penerapan Makanan Seimbang dan Aktivitas Fisik, sebagai implementasi strategi global tentang Diet and Physycal Activities. Selain itu juga telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, yang juga dapat dijadikan dasar untuk pencegahan penyakit tidak menular. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Prof. DR. Hardinsyah, mengungkapkan gizi dengan penyakit tidak menular memiliki hubungan yang erat, oleh karena itu seminar pangan dan gizi tahun 2013 memberikan prioritas pada upaya pencegahan penyakit tidak menular. Seminar dilanjutkan dengan symposium selama dua hari dengan menampilkan lebih dari 100 hasil penelitian terkini di bidang pangan dan gizi. (Sumber : Entos Zaenal, SP, MPHM)