Loading...

Sosialisasi Jaminan Persalinan di Kabupaten Jayapura, Papua


Dalam rangka meningkatkan pemahaman stakeholders di tingkat kabupaten tentang Jampersal, Direktorat Bina Kesehatan Ibu bekerja sama dengan UNFPA menyelenggarakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Jampersal Tingkat Kabupaten di lokasi binaan UNFPA. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama bulan September 2011 tersebut dilaksanakan di Provinsi NTT (Kab Timor Tengah Selatan, Kab Alor, dan Kab Manggarai), Provinsi Papua (Kab Jayapura dan Kab Merauke), serta Provinsi Papua Barat (Kab Manokwari). Salah satu kegiatan yang telah selesai dilaksanakan adalah Sosialisasi Jampersal Tingkat Kab Jayapura pada tanggal 9 September 2011. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab Jayapura dr. Reginald Hutabarat, M.Kes tersebut dihadiri oleh Direktur RSUD Kab Jayapura, Ketua IBI Kab Jayapura, pengelola program kesehatan ibu di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, perwakilan dari Badan KB Kab Jayapura, perwakilan dari Puskesmas di Kab Jayapura, serta pengelola program kesehatan ibu di Dinas Kesehatan Kab Jayapura. Bertindak sebagai narasumber pada kegiatan tersebut adalah dr. Imran Pambudi, MPHM dari Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kemenkes dan Drs. Ismiwanto Cahyono, MARS dari Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kemenkes. Dalam paparannya yang berjudul Kebijakan Kementerian Kesehatan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), dr. Imran Pambudi, MPHM menyajikan pencapaian target indikator kesehatan ibu di Provinsi Papua yang secara umum masih rendah dari yang diharapkan, sehingga diperlukan upaya terobosan dalam upaya percepatan penurunan  AKI. Selain itu, dr. Imran Pambudi MPHM juga menyoroti ketersediaan dan kualitas data kesehatan ibu di Provinsi Papua dan Kab Jayapura yang masih harus mendapat perhatian khusus. Lebih lanjut dr. Imran Pambudi, MPHM memaparkan bahwa target MDG 5 (Meningkatkan Kesehatan Ibu) akan tercapai apabila 50% kematian ibu per provinsi dapat dicegah. Hal tersebut dapat dimungkinkan antara lain dengan meningkatkan cakupan K1, K4, memastikan memastikan bidan tinggal di desa, meningkatkan persalinan ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, meningkatkan cakupan peserta KB terutama dengan metode kontrasepsi jangka panjang, serta pemberdayaan keluarga dam masyarakat dalam bidang kesehatan. Sementara itu Drs. Ismiwanto Cahyono, MARS, dalam paparannya yang berjudul Kebijakan Jamkesmas dan Jampersal, menyampaikan bahwa Jampersal adalah salah satu upaya terobosan yang dilakukan Kementerian Kesehatan dalam upaya percepatan penurunan AKI. Jampersal merupakan perluasan dari program Jamkesmas yang sudah ada, sehingga secara umum tata kelola Jampersal tidaklah berbeda dengan tata kelola Jamkesmas. Diperuntukkan bagi ibu hamil yang tidak memiliki jaminan pembiayaan persalinan, Jampersal memberikan manfaat mulai dari pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan bayi baru lahir dan KB pasca persalinan, yang kesemuanya ada dalam satu paket. Setelah melahirkan, peserta Jampersal diharapkan otomatis akan menjadi peserta KB. Dengan demikian, program Jampersal tidaklah bertentangan dengan program KB. Menutup paparannya, Drs. Ismiwanto Cahyono, MARS mengajak agar seluruh stakeholders di Kab Jayapura menyukseskan program Jampersal demi percepatan penurunan AKI khususnya di Kab Jayapura, sehingga nantinya dapat berkontribusi dalam penurunan AKI secara nasional. (wisnu)