Loading...

Diseminasi Program Kesehatan Anak di Tingkat Rumah Sakit


Program kesehatan anak baik upaya peningkatan kelangsungan hidup maupun peningkatan kualitas hidup sejauh ini telah diimplementasikan secara nasional di tingkat puskesmas.  Upaya peningkatan kelangsungan hidup anak yang telah dikembangkan antara lain peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui pedoman pelayanan neonatal esensial, manajemen Asfiksia, manajemen Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), manajemen terpadu balita sakit (MTBS), pelayanan obstetric neonatal emergensi dasar (PONED), serta Buku KIA yang ditujukan untuk menggerakkan ibu hamil dan ibu balita. Upaya peningkatan kualitas hidup dan perlindungan kesehatan anak antara lain skrining bayi baru lahir, deteksi dini tumbuh kembang anak (SDIDTK), upaya kesehatan sekolah (UKS), penjaringan kesehatan siswa kelas 1 SD/SMP/SMA/sederajat, pengembangan puskesmas peduli remaja, puskesmas mampu tatalaksana kasus kekerasan terhadap anak. Menurut laporan rutin, capaian program tahun 2011 di tingkat nasional terdapat 2037 Puskesmas PONED, 5594 puskesmas yang memiliki tenaga terlatih MTBS, 2429 puskesmas PKPR, dan 999 puskesmas mampu tatalaksana kasus KtA. Walaupun demikian, implementasi program kesehatan anak di tingkat rujukan (RS) masih sangat minim, hal ini dikarenakan struktur organisasi yang menetapkan bahwa wilayak kerja program kesehatan anak berada di tingkat puskesmas. Tahun 2011 telah terjadi reorganisasi di Kementerian Kesehatan, yang meletakkan Direktorat Bina  kesehatan anak dibawah Ditjen Bina GiKIA.  Hal tersebut memungkinkan Direktorat Bina Kesehatan Anak untuk  mengembangkan dan mengimplementasikan programnya di tingkat rumah sakit. Untuk mengawali implementasi program di tingkat rumah sakit, tahun 2012 Direktorat Bina Kesehatan Anak merencanakan diseminasi program di 8 provinsi yaitu NTB, Bali, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumbar dan Sulsel. Agenda pertemuan tersebut yaitu diseminasi informasi porgram kesehatan anak  dan pembahasan rencana implementasi terhadap 6 program kesehatan anak yaitu Skrining Hipotiroid Kongenital, PONEK, Rujukan Kasus Kelainan Tumbuh Kembang Anak, Buku KIA, Kesiapan RS Dalam Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja, Rujukan Kasus Kekerasan terhadap Anak. Narasumber berasal dari Ikatan Dokter Anak Indonesia pusat atau cabang provinsi dari rumah sakit lokal yang sudah terlebih dahulu mengimplementasikan program tersebut. Kegiatan Diseminasi Program Kesehatan Anak di Bali, DIY dan Jawa Tengah telah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan di Bali dihadiri seluruh kab/kota yaitu Direktur RSUD dan Kabid Yankes Kab/Kota, bertempat di hotel Inna Kuta pada tanggal 21-22 Juni 2012. Narasumber dari IDAI pusat yaitu dr Toto Wisnu Hendrarto, SpA(K), dr Eddi Fadliana,SpA(K), dr Meitha Damayanti,SpA(K) dan Ir Sodikin Sadek; narasumber daerah yaitu dr Hendrik dari RSUD Kanjuruhan Malang. Direktur RSUD dan Kabid Yankes Kab/Kota se-Bali cukup optimis untuk mengimplementasikan kegiatan kesehatan anak, mereka meminta dukungan fisik sarana/pra sarana, pelatihan teknis dan merencanakan sosialisasi di tingkat rumah sakitnya. Kegiatan di DI Yogyakarta dibuka bersama-sama oleh Direktur Bina Kesehatan Anak, Kepala Dinkes Provinsi DIY dan Ketua Umum PP IDAI. Bertempat di hotel Grand Quality pada tanggal 30-31 Juli 2012 dan dihadiri wakil RSUD dan Kabid Yankes seluruh Kab/Kota. Ketua Umum PP IDAI dr Badriul Hegar, SpA(K) berkesempatan menyampaikan dukungannya terhadap upaya Kemkes dalam mewujudkan continuum of care pelayanan kesehatan dasar hingga rujukan. Narasumber berasal dari IDAI lokal yaitu: dr Setya Wandita,SpA(K), dr Tunjung Wibowo,SpA, dr Santi,SpA dan RSUD Wates. Narasumber IDAI pusat yaitu dr Meitha Damayanthi,SpA(K) dan Ir Sodikin Sadek. Kegiatan di Jawa Tengah dibuka bersama oleh Direktur Bina Kesehatan Anak dan Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, dihadiri Wakil RSUD dan Kabid Yankes dari 11 kab/kota bertempat di hotel Horison pada tanggal 9-10 Agustus 2012. Narasumber IDAI lokal yaitu dr Gatot Irawan Sarosa,SpA(K), dr Fitri Hartanto,SpA, dr Rudi Susanto,SpA(K), dr Galuh Ramaningrum,SpA dan narasumber IDAI pusat yaitu dr Meita Damayanthi,SpA(K) dan Chandra Meliala,MARS. Dari pelaksanaan diseminasi di 3 provinsi, Dinas kesehatan Kab/Kota dan Provinsi telah menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti program kesehatan anak di Rumah Sakit  sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas daerah masing-masing. Dengan adanya komitmen yang positif dari dinas kesehatan provinsi, Kab/Kota serta RSUD diharapkan dapat memperkuat implementasi program kesehatan anak di tingkat pelayanan dasar dan mengembangkan program kesehatan anak di tingkat Rumah Sakit dalam upaya peningkatan kelangsungan hidup, peningkatan kualitas dan perlindungan anak.