Loading...

Integrasi Yankes Tradkom di Kalimantan Selatan


Setelah mendapatkan pelatihan Selfcare Ramuan Dan Pemanfaatan Taman Obat Keluarga/TOGA sekitar enam bulan yang lalu. Banjarmasin sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan dapat dijadikan percontohan dalam pengembangan Yankes Tradkom. Sejauhmana 2 puskesmas di perkotaan ini yaitu puskesmas 9 November dan Cempaka Putih mengaplikasikan hasil pelatihan dengan kebijakan utama “Integrasi Pelayanan KesehatanTradisoional, Alternatif dan Komplementer”.

Seperti halnya puskesmas wilayah kota lainnya, keterbatasan lahan/halaman merupakan masalah dalam membuat TOGA percontohan. Tetapi dokter Sadiah yang kembali bertugas di puskesmas 9 November setelah mengikuti pelatihan, sudah merintis menanam tanaman obat di pot-pot sebagai sarana untuk lebih memperkenalkan berbagai jenis tanaman obat dan manfaatnya.

Puskesmas Cempaka Putih yang juga memiliki halaman sempit dengan tanah yang tersisa sangat terbatas, tapi tidak menyurutkan niat dr. Gusti untuk menanam TOGA dihalaman puskesmasnya. Seperti halnya dr Sadiah dari Puskesmas 9 November, dr Gusti pun memanfaatkan pot-pot miliknya untuk menanam TOGA. Tanaman TOGA milik dr. Gusti disamping jenis tanaman obat yang diketahui saat pelatihan, TOGA-nya pun diperkaya dengani jenis tanaman obat yang banyak tumbuh di wilayahnya. Dan untuk menambah refrensi album/katalog tanaman obatnya sebagai media penyuluhan di posyandu dan puskesmas, maka beberapa tanaman obat di foto.

Pelatihan Selfcare Ramuan Dan Pemanfaatan TOGA telah membekali pengetahuan tentang kebijakan Tradkom, berbagai hal tentang tanaman obat mulai dari tempat tumbuh sampai dengan meramu, dan farmakokinetik dan farmakodinamik sehingga dapat diunduh manfaat zat aktif yang optimal untuk pemeliharaan kesehatan dan mencegah penyakit. Kendala selanjutnya dari aplikasi hasil pelatihan adalah belum sepenuhnya bila dokter di puskesmas diperkenankan memberikan ramuan karena berbagai hal terutama adalah hambatan regulasi.

Tetapi langkah demi langkah tetap dilakukan mulai dari penyuluhan, konsultasi,pembinaan jamu gendong, dan terlihat setumpuk buku-buku tentang khasiat tanaman obat dan akupresur di atas meja ruang tunggu. Display buku ini merupakan sumbangan para siswa perawat yang praktik di puskesmas dan dapat dibaca oleh pasien sambil menunggu pelayanan yang akan diperolehnya.

Pelayanan yang diberikan sebatas anjuran kepada pasien yang menderita Batuk, panas (pasien anak) dan sakit badan (orang dewasa). Karena berdasarakan saat pelatihan dokter belum diperkenankan memberikan ramuan. Dokter yang berdasarkan pengalamannya secara rutin mengkonsumsi tanaman obat meyakini dirinya akan khasiat tanaman obat dalam memelihara kesehatan. Masyarakatnya yang banyak mengkonsumsi jamu gendong yang didukung dari hasil Riskesdas bahwa masyarakat Kalimantan Selatan tertinggi dalam mengkonsumsi jamu

yang diperoleh dari para penjual jamu gendong dan mereka juga banyak mengetahui berbagai khasiat tanaman obat.

Kedua dokter sesuai kewenangannya bekerjasama dengan Balai POM setempat berkesepatan membina jamu gendong untuk meyakinkan jamu yang dijual dan dikonsumsi masyarakat mempunyai manfaat bagi kesehatan. Baru itu yang dapat kami lakukan. tetapi sayangnya kami belum diperkenankan menurut regulasi yang ada di negeri ini, kapankah kami bisa mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh sepenuhnya, demikian pertanyaan yang dilontarkan oleh para mantan peserta latih.

Kepala Puskesmas Cempaka Putih-Banjarmasin dan dr Gusti, menjelaskan upaya yang dilakukan sesudah pelatihan selfcare Ramuan dan Pemanfaatan TOGA.