Loading...

Daging Kelinci sebagai Alternatif untuk Perbaikan Gizi Masyarakat


kelinciI. Pendahuluan

Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa upaya perbaikan gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi dan peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

Status gizi merupakan hasil akhir dari berbagai faktor yang dapat saling terkait satu sama lain. Status gizi secara langsung dipengaruhi oleh dua hal, yakni kecukupan asupan gizi dalam memenuhi kebutuhan tubuh dan status infeksi, yang saling berpengaruh sehingga memperbaiki salah satunya tidak akan memperbaiki keadaan lainnya.

Asupan Makanan tidak terlepas dari ketersediaan pangan baik di tingkat pasar maupun di tingkat rumah tangga. Memperhatikan kondisi saat ini ketahanan pangan belum dicapai pada seluruh rumah tangga walaupun pada tingkat nasional hasilnya telah lebih baik. Masih banyak rumah tangga yang belum mampu mewujudkan ketersediaan pangan yang cukup, terutama dalam hal mutu dan tingkat gizinya. Dalam hal ini keaneka-ragaman pangan menjadi salah satu pilar utama dalam ketahanan pangan. Biasanya proporsi pengeluaran rumah tangga untuk membeli makanan pokok pada masyarakat berpenghasilan rendah lebih besar dibanding dengan tingkat pendapatan yang tinggi. Sedangkan untuk membeli sumber protein atau lauk pauk dan kebutuhan lainnya pengeluaran rumah tangga pada kelompok tingkat pendapatan rendah sangat kecil dibanding pada masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Daging kelinci merupakan sumber protein alternatif yang bisa dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dengan harga lebih terjangkau.

 

II. Manfaat Daging Kelinci

Kelinci merupakan hewan mamalia dari famili Leporidae.Kelinci mempunyai banyak sekali spesies unggul dengan wilayah penyebaran yang sangat luas hampir disemua belahan bumi.Secara biologi kelinci mempunyai keistimewaan sebagai dasar alasan pertama kenapa memilih beternak kelinci.

Kelinci merupakan ternak yang cocok dipelihara di negara berkembang dan mulai dimanfaatkan sebagai sumber daging. Dari hasil penelitian dan perhitungan ekonomis, ternyata kemampuan kelinci untuk menghasilkan daging adalah 20 kali lipat dibanding dengan sapi dalam kurun waktu yang sama. Selain itu, kelinci juga memiliki potensi:

    1. ukuran tubuh yang kecil, sehingga tidak memerlukan banyak ruang
    2. tidak memerlukan biaya yang besar dalam investasi ternak dan kandang
  1. umur dewasa yang singkat (4-5 bulan)
  2. kemampuan berkembang biak yang tinggi
  3. masa penggemukan yang singkat (kurang dari 2 bulan sejak sapih)

(El-Raffa, 2004).

Banyak Kandungan khasiat dan manfaat daging kelinci bagi kesehatan tubuh manusia. Daging kelinci mengandung air, lemak tak jenuh, protein, kolestrol dan natrium. Daging kelinci sangat baik untuk kesehatan. Menurut Dr Yono C Raharjo dari Balai Penelitian Ternak Ciawi Bogor, daging kelinci berbeda dengan daging ternak ruminansia. Daging kelinci berserat halus dan warna sedikit pucat, sehingga dapat dikelompokkan dalam golongan daging berwarna putih seperti halnya daging ayam. Daging putih kadar lemaknya rendah dan glikogen tinggi. Rendahnya kandungan kolesterol dan natrium membuat daging kelinci sangat dianjurkan sebagai makanan untuk pasien penyakit jantung atau kolesterol, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan.

 

Apa sebenarnya kandungan yang ada pada daging Kelinci ?

Kandungan protein daging kelinci baik dikonsumsi anak dalam masa pertumbuhan karena kandungan protein memaksimalkan pertumbuhan anak

  1. Kandungan protein daging kelinci baik dikonsumsi bagi lanjut usia untuk memelihara atau menjaga kesehatan masa menuju tua
  2. Kandungan daging kelinci dapat menyembuhkan penderita asma karena senyawa molekul pada bagian organ hati kelinci bisa meredakan atau melenyapkan penyakit asma dengan cara pengolahan direbus untuk dapat mempertahankan kandungan gizi dari hati kelinci tersebut
  3. Kandungan bagian otak daging kelinci baik untuk kesuburan wanita
  4. Kandungan bagian otak daging kelinci baik untuk vitalitas pria berfungsi penguat vitalitas pada jumlah protein yang diserap sehingga menghasilkan energy
  5. Mencegah kanker

Unsur lain yang tak kalah asyik untuk dilirik adalah niasin (8,43 mg/100 gr bahan, setara dengan 42% dari total kebutuhan harian), vitamin B12 (8,3 µg/100 gr bahan), dan selenium (Se) dengan kadar 38,5 µg/100 gr bahan, suatu jumlah yang dapat menutupi sekitar 55% kebutuhan harian tubuh akan unsur ini.

Niasin alias vitamin B3, yang sering juga disebut asam nikotinat, nikotinamid, niasinamid, atau pellagra-preventive (PP) factor, merupakan bagian dari ko-enzim NAD+ (nikotinamid adenin dinukleotida) dan NADP (nikotinamid adenin dinukleotida fosfat) dari enzim dehidrogenase, yang diperlukan sebagai katalis reaksi transfer hidrogen. Defisiensi niasin akan menimbulkan penyakit pellagra, yang gejalanya muncul pada kulit, saluran pencernaan dan sistem saraf pusat (three Ds of pellagra adalah : dermatitis, diare, dan depresi).

Sementara vitamin B12 atau kobalamin, yang memiliki nama lain antipernicious anemia factor, erythrocyte maturation factor, atau animal protein factor (APF), selain dapat diandalkan dalam mengawal pertumbuhan badan agar tetap normal, juga berperan penting dalam pemeliharaan jaringan saraf, dan pembentukan sel-sel darah merah.

Adapun Se merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase, yang berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik -peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel, hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker dan penyakit degeneratif lainnya- lantaran kepintarannya itu banyak pakar mengatakan, bahan ini mempunyai potensi sebagai pencegah kanker dan penyakit degeneratif lain.

Studi selama sepuluh tahun yang `dikomandani` the Arizona Cancer Center, pada 1.312 laki-laki dan perempuan dengan riwayat kanker kulit, mendapatkan, meski belum terbukti kemanjurannya dalam menjaga subjek dari terjangan kanker kulit baru, elemen kelumit (trace element) ini ternyata dapat melindungi mereka dari beberapa tipe kanker lainnya. Partisipan yang diberi suplemen Se 200 µg sehari memiliki 63%, 58%, dan 46% kemungkinan lebih rendah mendapat kanker prostat, kolorektal, serta paru-paru, dibanding mereka yang disuguhi plasebo.

Sementara hasil penelitian yang dilakukan para ahli US Departement of Agriculture, yang melakukan pengetesan pada beberapa wanita di New Zealand (di wilayah yang tanahnya memiliki kandungan Se rendah) dengan pemberian suplemen Se bervariasi selama enam bulan, menemukan, mereka yang disodori Se 400 µg sehari, memperlihatkan kemajuan yang signifikan berkaitan dengan mood dan level energinya dibanding wanita yang tidak diberi atau diberi namun dengan kadar lebih rendah.

Mengingat, menurut Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, M.S., yang menyelesaikan studi S-3 di Universite des Sciences et Techniques du Languedoc, Montpellier, Perancis, proses penuaan menurunkan kadar Se dalam tubuh : kadar Se dalam darah menurun sebanyak 7 persen setelah berumur 60 tahun, dan sebanyak 24% setelah berumur 75 tahun, agar orang tua bisa terbebas dari pellagra, terpelihara kesehatan sarafnya, tetap semangat lantaran mood-nya tak pernah kendur, dan terhindar dari gangguan kanker, merajinkan diri mengonsumsi daging kelinci merupakan salah satu solusinya.

  1. Menolong penderita asma

Kondisi lain yang juga bisa ditolong oleh daging kelinci adalah asma, yaitu suatu penyakit alergi yang bercirikan peradangan steril, disertai serangan sesak napas akut secara berkala, mudah tersengal-sengal dan batuk (dengan bunyi khas).

Melalui cara pelepasan mediator vasoaktif kuat, seperti histamin, serotonin, dan bradikinin, sel mastosit (mastcells) berperan penting dalam terjadinya serangan asma.

Agar situasi tersebut tidak terjadi sel mastosit perlu distabilisasi, salah satunya dengan pemberian antihistaminika, diantaranya ketotifen.

Daging kelinci diduga memiliki unsur tersebut. Penelitian Dian Kesuma dan kawan-kawan dari Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, sekitar tahun 2000, berhasil membuktikannya. Berkat keberhasilannya itu mereka dinobatkan sebagai juara dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional bidang IPA (ilmu pengetahuan alam), saat acara tersebut digelar di Solo.

Sebab ketotifen memiliki sifat mudah rusak oleh temperatur tinggi, supaya unsur ini maksimal masuk tubuh, masaklah daging kelinci dalam suhu rendah hingga sedang, tidak sampai melebihi 150 derajat Celsius.

 

Mari Kita Lihat Perbandingan Kandungan Gizi Daging Kelinci dan Ternak Lainnya.

Tabel Kandungan Gizi Daging Kelinci dan Ternak Lainnya

Jenis Daging

Air (%)

Protein (%)

Lemak (%)

Energi

(MJ/kg)

Kelinci

67,9

20,8

10,2

7,3

Ayam

67,6

20,0

11,0

7,5

Sapi

55,0

16,3

28,0

18,9

Domba

55,8

15,7

27,7

13,1

Babi

42,0

11,9

28,0

13,3

Sumber : Farrell dan Raharjo (1984)

Meskipin tinggi protein, namun kandungan kolesterol daging kelinci justru rendah. Catatan Faiz Manshur, seorang penulis buku tentang kelinci, menunjukkan jumlah sekitar 164 mg/100 gram bahan, jauh di bawah kandungan kolesterol pada hewan lain, seperti ayam, sapi, domba, dan babi, yang memiliki kisaran jumlah 220 – 250 mg/100 gram bahan. Hal ini bermakna, pengonsumsi daging kelinci tak perlu takut jantungnya buntu gara-gara salurannya disumbat kolesterol yang dikandungnya.

 

Hasil Olahan Daging Kelinci

Daging Kelinci dapat diolah dalam berbagai bentuk makanan. Supaya kelezatan bisa didapat lebih lengkap, jenis dan umur kelinci perlu pula diperhatikan. Dari pengalaman para penikmatnya diketahui, kelinci jenis flemis giant, Chinchilla, dan new zealand white, berusia antara 4 – 6 bulan, disebut-sebut yang paling pas dipilih untuk keperluan ini. Di samping tekstur dagingnya yang empuk dan seratnya yang halus, rasanya pun agak manis, khas daging kelinci. Daging Kelinci dapat diolah menjadi sate dan gulai. (Disarikan dari berbagai sumber).